80 Contoh Ukara Pakon Bahasa Jawa (Lengkap dengan Artinya!)
Hai, Sobat Jawa! Pasti udah nggak asing lagi kan sama ukara pakon? Yup, kalimat perintah dalam Bahasa Jawa ini sering banget kita dengar dan pakai sehari-hari. Mulai dari minta tolong, ngasih instruksi, sampai negur anak kecil, ukara pakon selalu hadir mewarnai percakapan kita. Nah, di artikel ini, kita bakal bahas tuntas 80 contoh ukara pakon Bahasa Jawa lengkap dengan artinya dalam Bahasa Indonesia. Siap-siap nambah kosakata, yuk!
Apa Itu Ukara Pakon?
Sebelum nyemplung ke contoh-contohnya, kita pahami dulu yuk apa itu ukara pakon. Secara sederhana, ukara pakon adalah kalimat perintah dalam Bahasa Jawa. Kalimat ini bertujuan untuk meminta atau memerintahkan seseorang melakukan sesuatu. Ada beberapa jenis ukara pakon, mulai dari yang halus sampai yang kasar. Penting banget nih buat kita paham supaya nggak salah pakai dan terkesan nggak sopan.
Jenis-jenis Ukara Pakon
Ukara pakon dalam Bahasa Jawa dibagi menjadi beberapa jenis berdasarkan tingkat kehalusan bahasanya. Secara umum, ada tiga jenis utama, yaitu:
- Pakon langsung: Digunakan untuk memerintah orang yang lebih muda atau akrab. Contoh: Tulis! (Tulislah!), Mangan! (Makanlah!).
- Pakon alus: Digunakan untuk memerintah orang yang lebih tua atau dihormati. Contoh: Panjenengan tindak dhateng mrika! (Silakan Bapak/Ibu pergi ke sana!).
- Pakon becik: Digunakan untuk memberi nasihat atau anjuran dengan halus. Contoh: Mbok aja kesusu, Le!(Sebaiknya jangan terburu-buru, Nak!).
80 Contoh Ukara Pakon dan Artinya
Berikut ini 80 contoh ukara pakon Bahasa Jawa beserta artinya dalam Bahasa Indonesia, yang dibagi berdasarkan jenisnya:
Pakon Langsung
- Turu! (Tidurlah!)
- Tangia! (Bangunlah!)
- Mlaku! (Jalanlah!)
- Mandega! (Berhentilah!)
- Sinaua! (Belajarlah!)
- Nulis! (Menulislah!)
- Maca! (Membacalah!)
- Ngomonga! (Berbicaralah!)
- Ngerti! (Pahamilah!)
- Elinga! (Ingatlah!)
- Tuku! (Belilah!)
- Adol! (Juallah!)
- Goleka! (Carilah!)
- Ngewangi! (Bantuinlah!)
- Tekaa! (Datanglah!)
- Lunga! (Pergilah!)
- Bali! (Pulanglah!)
- Nggawa! (Bawalah!)
- Lebokna! (Masukkanlah!)
- Jupukna! (Ambillah!)
- Bukak! (Bukalah!)
- Tutup! (Tutuplah!)
- Kumbah! (Cucilah!)
- Resikna! (Bersihkanlah!)
- Masak! (Masaklah!)
- Mangan! (Makanlah!)
- Ngombe! (Minumlah!)
- Gawe! (Buatlah!)
- Dadio! (Jadilah!)
- Ajaa! (Jangan!)
Pakon Alus
- Panjenengan lenggah! (Silakan duduk!)
- Panjenengan dhahar! (Silakan makan!)
- Panjenengan tindak! (Silakan pergi!)
- Panjenengan mirengaken! (Silakan dengarkan!)
- Panjenengan mriksani! (Silakan lihat!)
- Sumangga dipununjuk! (Silakan diminum!)
- Sumangga dipunpundhut! (Silakan diambil!)
- Mangga dipunbikak! (Silakan dibuka!)
- Mangga dipunwastani! (Silakan dikatakan!)
- Sumangga dipunlebetaken! (Silakan dimasukkan!)
- Panjenengan ngaturaken! (Silakan sampaikan!)
- Panjenengan ngendika! (Silakan bicara!)
- Panjenengan nyariosaken! (Silakan ceritakan!)
- Panjenengan paringi! (Silakan berikan!)
- Panjenengan tumbasna! (Silakan belikan!)
- Panjenengan sade! (Silakan jual!)
- Panjenengan goleki! (Silakan cari!)
- Panjenengan wangsulana! (Silakan jawab!)
- Panjenengan tindak dhateng mrika! (Silakan pergi ke sana!)
- Panjenengan kondur! (Silakan pulang!)
Pakon Becik
- Ayo sinau sing temen! (Ayo belajar yang sungguh-sungguh!)
- Mbok aja lali! (Sebaiknya jangan lupa!)
- Mbok aja kesusu! (Sebaiknya jangan terburu-buru!)
- Ayo padha sregep! (Ayo semua rajinlah!)
- Coba dipikir dhisik! (Coba dipikir dulu!)
- Takon yen ora ngerti! (Tanyalah kalau tidak tahu!)
- Aja wedi salah! (Jangan takut salah!)
- Sing sabar! (Bersabarlah!)
- Sing ati-ati! (Hati-hatilah!)
- Sing precaya! (Yakinlah!)
- Dilakoni sing apik! (Kerjakanlah dengan baik!)
- Disinauni sing temenan! (Dipelajari dengan sungguh-sungguh!)
- Diati-ati yen mlaku! (Hati-hati kalau jalan!)
- Diombe banyune! (Diminum airnya!)
- Dipangan sek! (Dimakan dulu!)
- Dicoba sek! (Dicoba dulu!)
- Dirapikan kamarmu! (Dirapikan kamarmu!)
- Dikumbah klambimu! (Dicuci bajumu!)
- Diwaca bukune! (Dibaca bukunya!)
- Ditulisi bukune! (Ditulisi bukunya!)
- Dak kon mangan, kok! (Aku menyuruhmu makan, lho!)
- Dak kandhani, rungokna! (Aku memberitahumu, dengarkanlah!)
- Dak jaluki tulung! (Aku meminta tolong kepadamu!)
- Kon mrene! (Disuruh ke sini!)
- Kon njupuk buku! (Disuruh mengambil buku!)
- Kon nggawa tas! (Disuruh membawa tas!)
- Kon ngetok lawang! (Disuruh mengetuk pintu!)
- Kon nutup jendela! (Disuruh menutup jendela!)
- Kon nyapu lantai! (Disuruh menyapu lantai!)
- Kon ngepel omah! (Disuruh mengepel rumah!)
Tips Menggunakan Ukara Pakon
- Perhatikan lawan bicara: Sesuaikan jenis ukara pakon dengan usia dan status sosial lawan bicara.
- Intonasi yang tepat: Intonasi yang salah bisa membuat ukara pakon terdengar kasar.
- Gunakan kata-kata yang sopan: Meskipun pakon langsung, tetap gunakan kata-kata yang sopan.
- Hindari kata-kata yang menyinggung: Pastikan ukara pakon tidak menyinggung perasaan lawan bicara.
Kesimpulan
Nah, itu tadi 80 contoh ukara pakon Bahasa Jawa beserta artinya dalam Bahasa Indonesia. Semoga artikel ini bermanfaat buat kamu yang lagi belajar Bahasa Jawa atau pengen nambah kosakata. Ingat ya, ukara pakon punya tingkatan kehalusan yang berbeda-beda. Jadi, pintar-pintarlah memilih ukara pakon yang tepat supaya nggak salah kaprah dan terkesan nggak sopan.
Gimana, udah makin paham kan tentang ukara pakon? Kalau ada pertanyaan atau mau nambahin contoh lain, silakan tulis di kolom komentar ya! Jangan lupa juga share artikel ini ke teman-teman kamu biar makin banyak yang belajar Bahasa Jawa. Sampai jumpa di artikel selanjutnya!
Posting Komentar