Rahasia Bulan Terungkap: Begini Cara Ilmuwan Ciptakan Oksigen di Sana!
Menggali Oksigen di Bulan: Misi Mustahil Jadi Kenyataan?¶
Bayangin, di sebuah ruangan gede berbentuk bola, sekelompok insinyur lagi utak-atik mesin canggih. Mesin ini bukan sembarang mesin, lho! Benda kotak keperakan yang dipenuhi kabel warna-warni ini dirancang untuk memproduksi oksigen… di Bulan! Gila, kan?
image just illustration
Dari Debu Bulan Jadi Udara Segar¶
Gimana sih cara kerjanya? Jadi, mesin ini “nyedot” campuran debu dan kerikil tajam yang mirip banget sama komposisi kimia di permukaan Bulan (yang biasa disebut regolith). Regolith ini lalu dipanaskan sampai suhunya super panas, lebih dari 1.650°C! Dengan tambahan beberapa bahan kimia, voila! Molekul-molekul oksigen pun terlepas.
Uji Coba di Bumi, Eksekusi di Bulan¶
“Semua tes yang bisa dilakuin di Bumi udah kelar,” kata Brant White, manajer program di Sierra Space, perusahaan yang lagi ngembangin teknologi ini. “Langkah selanjutnya? Bawa mesin ini ke Bulan!” Tesnya sendiri dilakuin di Pusat Antariksa Johnson milik NASA. Keren abis!
Proyek ini bukan satu-satunya, lho. Banyak peneliti lain yang juga lagi ngebut bikin sistem serupa. Tujuannya? Nyiapin pasokan oksigen buat para astronaut yang bakal tinggal di markas Bulan di masa depan.
image just illustration
Oksigen: Bukan Cuma Buat Napas¶
Oksigen jelas penting banget buat astronaut bernapas. Tapi, ada fungsi lain yang nggak kalah penting: bikin bahan bakar pesawat luar angkasa! Rencananya, pesawat-pesawat ini bakal meluncur dari Bulan ke tempat yang lebih jauh lagi, kayak Mars misalnya. Seru banget, ‘kan?
Tantangan Ekstraksi di Bulan¶
Astronaut di Bulan juga butuh logam. Untungnya, debu abu-abu di permukaan Bulan bisa disulap jadi logam. Tantangannya? Bikin reaktor yang bisa mengekstrak logam itu secara efektif. “Ini bisa ngirit miliaran dolar,” kata White. Soalnya, bawa pasokan oksigen dan logam dari Bumi ke Bulan itu susah dan mahaaaal banget.
Walaupun regolith Bulan kaya akan oksida logam, ngambil oksigennya itu nggak gampang. Beda banget sama di Bumi. Tes yang dilakuin Sierra Space di ruangan bola raksasa itu nyiptain kondisi vakum, suhu, dan tekanan yang mirip Bulan. Tapi, ada satu hal penting yang nggak bisa ditiru: gravitasi Bulan!
image just illustration
Gravitasi Bulan: “Musuh” Baru?¶
Gravitasi Bulan cuma seperenam gravitasi Bumi. Paul Burke, ilmuwan dari Universitas Johns Hopkins, bilang gravitasi Bulan bisa jadi penghalang teknologi ekstraksi oksigen. Para insinyur harus mikirin matang-matang soal ini.
Burke dan timnya pernah bikin simulasi komputer yang nununjukin gimana gravitasi Bulan yang lemah ngerepotin proses ekstraksi oksigen. Salah satu metodenya, elektrolisis regolith cair, pakai listrik buat misahin mineral Bulan yang mengandung oksigen. Masalahnya, proses ini nyiptain gelembung oksigen yang nyangkut di elektroda karena regolith cair itu kental banget, kayak madu.
Solusi Cerdas dari Para Ahli¶
Ada beberapa solusi yang lagi dikembangin, misalnya ngegetarin alat pembuat oksigen biar gelembungnya lepas atau bikin elektroda yang super halus. Sierra Space sendiri pakai proses karbotermal, di mana gelembung oksigen terbentuk bebas di dalam regolith, bukan di elektroda. Semoga berhasil, ya!
Seberapa Banyak Oksigen yang Dibutuhkan?¶
Burke nyebutin, satu astronaut butuh oksigen yang setara dengan dua atau tiga kilogram regolith setiap hari. Tapi, sistem di pangkalan Bulan nanti dirancang buat ngedaur ulang oksigen dari napas astronaut. Jadi, nggak perlu ngolah regolith sebanyak itu.
Bukan Cuma Oksigen, Tapi Juga…¶
Nggak cuma oksigen, teknologi ekstraksi di Bulan juga bisa ngasilin besi, titanium, atau lithium dari regolith. Bahan-bahan ini bisa dipake astronaut buat bikin suku cadang pakai printer 3D, bahkan benerin pesawat luar angkasa yang rusak. Keren banget, ‘kan?
Regolith juga bisa dilelehin jadi bahan kayak kaca yang kuat dan dibentuk jadi batu bata buat bangun struktur di Bulan. Bayangin, bisa bikin monolit hitam kayak di film 2001: Space Odyssey!
Gimana? Keren banget kan, teknologi ekstraksi oksigen di Bulan ini? Kasih komentar kamu di bawah, ya! Share juga artikel ini ke teman-teman kamu yang kepo soal luar angkasa! Stay tuned buat info selanjutnya!
Posting Komentar