Lagi Ramai di India: Sindrom GBS Mewabah di Pune, Apa Itu?

Table of Contents

Ilustrasi sindrom GBS

Bulan lalu di kota Pune, India bagian barat, ada seorang guru yang merhatiin anaknya yang umur enam tahun kayak lagi kesel gitu. Awalnya, si ibu ini mikirnya anaknya stres gara-gara PR sekolah.

Kata si ibu ke koran Indian Express, “Aku tuh ngapus jawaban yang salah di buku tugasnya. Terus aku suruh anakku nulis jawaban yang bener. Aku pikir dia ngambek gara-gara ini, makanya dia jadi nggak bener megang pensil.”

Si ibu ini sama sekali nggak nyangka kalau susah megang pensil itu ternyata tanda awal dari Sindrom Guillain-Barré (GBS). GBS itu penyakit langka yang terjadi pas sistem imun tubuh malah nyerang sel-sel saraf. Akibatnya, otot jadi lemah dan bisa lumpuh.

Nggak lama kemudian, anak kecil itu harus dirawat di ruang ICU. Dia udah nggak bisa gerakin tangan sama kakinya. Kondisinya sempat parah banget sampai dia nggak bisa nelen dan ngomong. Bahkan, dia juga sempat butuh ventilator buat bantu napas. Untungnya, sekarang anak itu lagi masa pemulihan.

GBS Merebak di Pune

Kejadian yang dialami anak kecil tadi cuma satu dari sekitar 160 kasus GBS yang udah dilaporkan sejak awal Januari di Pune. Pune itu kota pusat pendidikan dan teknologi yang dikelilingi daerah industri dan pedesaan.

Kabarnya, udah ada lima orang meninggal dunia akibat GBS ini. Pas berita ini ditulis, ada 48 pasien yang masih dirawat intensif. Data resmi bilang, 21 pasien butuh ventilator, sementara 38 lainnya udah dibolehin pulang.

Gejala Awal GBS

GBS ini awalnya muncul dengan rasa kesemutan atau mati rasa di kaki dan tangan. Habis itu, pasien bakal ngerasain otot lemas dan susah gerakin sendi. Gejala ini biasanya makin parah dalam dua sampai empat minggu, mulainya dari lengan dan kaki. Tingkat kematiannya beda-beda, antara 3% sampai 13%, tergantung seberapa parah penyakitnya dan kualitas perawatan kesehatannya.

Penyebab Wabah GBS di Pune

Wabah di Pune ini diduga kuat gara-gara patogen yang namanya Campylobacter jejuni. Bakteri ini emang biang kerok utama infeksi makanan dan penyebab terbesar GBS di seluruh dunia. Hubungan antara patogen ini sama GBS pertama kali ditemuin tahun 1990-an di pedesaan China. Waktu itu, Campylobacter jejuni banyak banget ditemuin di ayam. Wabah GBS sering muncul tiap musim hujan pas anak-anak main di air yang udah kecampur kotoran ayam atau bebek.

GBS Bukan Hal Baru di India

Sebenernya, GBS bukan penyakit yang nggak pernah ada di India. Dua ilmuwan dari Institut Kesehatan Mental dan Ilmu Saraf Nasional (NIMHANS) di Bangalore, Monojit Debnath dan Madhu Nagappa, pernah neliti 150 pasien GBS selama lima tahun dari 2014 sampai 2019. Hasil penelitian mereka nunjukkin 79% pasien punya bukti infeksi sebelumnya dan sepertiganya positif campylobacter. Infeksi ganda juga sering terjadi, sekitar 65%, yang nunjukkin interaksi kompleks antara bakteri dan virus.

Wabah terkait patogen ini juga sering dilaporkan dari berbagai belahan dunia. Di Peru, tujuh bulan pertama tahun 2023 aja udah ada lebih dari 200 kasus dugaan GBS yang nyebabin setidaknya empat kematian. Pemerintah Peru bahkan sampe nyatain darurat kesehatan nasional dan memperketat langkah-langkah kesehatan masyarakat. Dua per tiga kasus di Peru itu juga terkait sama campylobacter.

Para ahli bilang, negara-negara yang kebersihannya bagus lebih jarang laporin kasus GBS yang terkait campylobacter. Di negara-negara itu, infeksi pernapasan justru jadi penyebab utama GBS. Tapi, campylobacter bukan satu-satunya pemicu GBS. Tahun 2015, Brasil juga pernah ngelaporin kasus GBS yang terkait virus Zika. Vaksin juga jarang banget jadi pemicu GBS, tapi ada satu vaksin Covid yang dilaporkan terkait dengan beberapa ratus kasus GBS di Inggris tahun 2021.

Kenapa Campylobacter Bisa Picu GBS?

Profesor neurologi dari University of Glasgow, Hugh Willison, bilang kalau Campylobacter itu emang udah endemik. “Ratusan ribu kasus terjadi setiap saat, selalu ada di lingkungan,” katanya. Tapi, sindrom GBS nggak gampang berkembang. Ada strain khusus campylobacter yang punya lapisan luar kayak gula. Nah, di kasus yang jarang terjadi, struktur molekulnya ini mirip sama lapisan sel saraf manusia.

Pas sistem kekebalan tubuh pasien nyerang bakteri, saraf juga bisa ikut kena serang. Proses inilah yang disebut peniruan molekuler dan nyebabin GBS. Cuma sebagian kecil strain campylobacter yang punya lapisan mirip saraf ini.

“Di Pune, kemungkinan besar strain campylobacter dengan fitur molekuler ini lagi banyak beredar, dan lonjakan infeksi sama strain ini nyebabin jumlah kasus GBS yang lebih tinggi,” jelas Prof Willison.

Kebanyakan ahli memperkirakan sekitar satu dari 100 strain campylobacter punya risiko GBS. Dan dari 100 orang yang kena infeksi strain itu, cuma satu yang bakal kena GBS. Jadi, risiko keseluruhannya kira-kira satu dari 10.000. Prof Willison nyebut ini kayak “rolet Rusia imunologis” dan bisa picu “tsunami neurologis akut” yang nyerang sistem saraf. Serangan ini bakal reda sendiri pas respons imunnya mereda. Tapi, tubuh tetep butuh waktu, perawatan medis, dan dukungan buat benerin kerusakan yang udah terjadi.

Penanganan dan Pencegahan GBS

Sayangnya, sampe sekarang belum ada obat buat GBS. GBS terjadi pas tubuh produksi antibodi buat lawan campylobacter, tapi antibodi ini malah nyerang saraf. Buat nanganin GBS, dokter biasanya pake metode “pertukaran plasma” yaitu nyaring darah buat ngilangin antibodi jahat. Selain itu, dokter juga pake imunoglobulin intravena (IVIG) atau antibodi terapeutik dari darah normal, buat bantu kurangin tingkat keparahan penyakit.

Masalah lainnya, nggak ada tes tunggal buat diagnosis GBS. Dokter bilang diagnosis GBS itu lebih banyak didasarin sama gejala klinis. Gejala GBS ini kayak lumpuh, yang juga bisa disebabkan polio, virus, atau penyakit saraf langka lainnya.

Tips Mencegah Infeksi Campylobacter

Masyarakat juga diimbau buat nggak makan “makanan basi dan ayam atau daging kambing yang dimasak setengah matang”. Para ahli bilang, kebanyakan kasus GBS di seluruh dunia itu asalnya dari unggas yang kurang matang. Tapi, penyakit ini juga bisa nyebar lewat air, kayak kolera atau salmonella. Air yang udah tercemar dan dipake buat nyuci atau nyiapin jajanan kaki lima juga gampang nyebarin bakteri.

Fenomena ini kayaknya emang lagi terjadi di Pune: strain campylobacter dengan fitur molekuler khas lagi nyebar dan ngefek ke banyak orang. Tapi, belum pasti apakah wabah ini gara-gara air yang tercemar skala besar atau gara-gara konsumsi unggas yang terinfeksi.

“Kami imbau masyarakat untuk tidak panik,” kata departemen kesehatan setempat.

Yuk, diskusi! Gimana pendapatmu tentang wabah GBS ini? Apa kamu punya tips lain buat mencegah infeksi bakteri? Share di kolom komentar ya!

Posting Komentar