Rahasia Terungkap! Intip Proses Kreatif Biografi Mar'ie Muhammad
Kisah hidup Mar’ie Muhammad itu bener-bener inspiratif banget, lho! Di tengah zaman Orde Baru yang terkenal dengan korupsinya, Pak Mar’ie, yang waktu itu menjabat sebagai Menteri Keuangan dari tahun 1993 sampai 1998, mati-matian berjuang buat berantas korupsi. Gara-gara kegigihannya itu, beliau sampai dijuluki Mr Clean. Keren, ya?
Julukan Mr Clean ini akhirnya jadi judul buku biografi beliau, Mr. Clean Mar’ie Muhammad: Sang Pejuang Antikorupsi dan Aktivis Kemanusiaan. Bukunya ini diluncurin di Galeri Indonesia Kaya, Jakarta, hari Kamis, tanggal 6 Februari 2025. Pasti banyak yang penasaran sama isi bukunya, kan?
Perjalanan Menulis Biografi Mr. Clean¶
Ternyata, buku biografi ini ditulis sama Mas Qaris Tajudin atas permintaan keluarga Pak Mar’ie. Mas Qaris mulai nulis buku ini dari tahun 2018, dua tahun setelah Pak Mar’ie wafat di usia 77 tahun pada tanggal 11 Desember 2016. Yang menarik, Pak Mar’ie sendiri ternyata pernah bilang, “Pokoknya, selama saya hidup, jangan tulis biografi saya!” Kata Mas Qaris, larangan itu nunjukkin sikap rendah hati Pak Mar’ie. Wah, makin penasaran sama sosok beliau, ya.
Buat Mas Qaris, nulis biografi Pak Mar’ie ini nggak gampang. Soalnya, Pak Mar’ie itu dikenal sebagai Mr Irit Bicara. Banyak narasumber yang ditemui Mas Qaris cuma cerita soal kerjaan Pak Mar’ie sebagai pejabat dan Ketua Palang Merah Indonesia (PMI) periode 1999-2009. Padahal, Mas Qaris pengennya juga nulis sisi kemanusiaan Pak Mar’ie. “Nggak ada sisi humanity kalau cuma soal kerjaan,” ujarnya. Bener juga, ya, biografi itu kan harusnya lengkap.
Mengumpulkan Kepingan Kisah¶

Mar’ie Muhammad di Jakarta, 1988. Dok. Tempo/Ali Said
Nah, buat ngerekam kisah Pak Mar’ie dari berbagai sudut pandang, Mas Qaris sampai wawancara hampir 50 narasumber! Mulai dari keluarga, rekan kerja, sampai teman masa kecil. Ada juga teman-teman Pak Mar’ie di Himpunan Mahasiswa Islam (HMI), gerakan mahasiswa Angkatan 66, pengusaha, pegawai Kementerian Keuangan, sampai dokter yang pernah merawat beliau. Wah, banyak banget, ya!
Dari semua narasumber itu, akhirnya terungkaplah kisah hidup Pak Mar’ie sebagai pejabat yang berintegritas, jujur, dan bersih. Beliau ninggalin banyak banget legasi yang bermanfaat, baik dalam tugas di pemerintahan maupun sebagai aktivis kemanusiaan. “Banyak nilai yang perlu diketahui masyarakat,” kata Mas Qaris. Setuju banget! Kisah kayak gini emang penting buat jadi contoh.
Tantangan Menggali Kenangan¶
Meskipun narasumbernya banyak, bukan berarti bahan tulisan langsung melimpah ruah. Soalnya, banyak rekan Pak Mar’ie yang udah lanjut usia dan agak kesulitan buat nginget detail cerita. “Terkadang satu peristiwa tercampur dengan yang lain,” jelas Mas Qaris. Makanya, Mas Qaris harus pintar-pintar verifikasi dan konfirmasi cerita dari satu narasumber ke narasumber lainnya. Kayak detektif aja, ya!
Mas Qaris juga nggak cuma wawancara orang-orang biasa, lho. Beliau juga ngobrol sama tokoh-tokoh penting kayak Chairul Tanjung (pemimpin CT Corp), Robert Budi Hartono (pemilik Grup Djarum dan BCA), serta Sudirman Said (yang bareng Pak Mar’ie mendirikan Masyarakat Transparansi Indonesia). Mas Qaris sampai denger cerita dari Pak Chairul, “Jangankan yang haram, yang halal pun terkadang Pak Mar’ie enggak ambil.” Wah, bener-bener prinsip hidupnya kuat banget, ya.
Kesaksian Sri Mulyani¶
Sumber lain yang juga cerita pengalaman interaksi sama Pak Mar’ie adalah Menteri Keuangan Sri Mulyani. Ternyata, Bu Sri Mulyani pernah nunjuk Pak Mar’ie dan mantan Jaksa Agung, Marsillam Simanjuntak, sebagai penasihatnya waktu menjabat dari tahun 2005-2010. Tujuannya buat “menata ulang Kementerian Keuangan,” kata Mas Qaris. Ini nunjukkin betapa Pak Mar’ie masih dipercaya dan dibutuhkan jasanya, bahkan setelah nggak jadi menteri lagi.
Waktu jadi Menteri Keuangan, Pak Mar’ie juga merangkap jabatan sebagai komisaris di banyak Badan Usaha Milik Negara (BUMN). Tapi, hebatnya, Pak Mar’ie nolak semua remunerasi dari perusahaan-perusahaan itu. Alasannya simpel, beliau udah digaji sama negara. Bener-bener sosok yang anti korupsi dari hati, ya.
Ada cerita menarik lagi nih dari Mas Qaris. Pernah suatu waktu, Pak Mar’ie ngajak keluarganya buat nemenin perjalanan dinas. Kementerian Keuangan udah nyediain hotel bintang lima dengan fasilitas mewah buat mereka. Tapi, Pak Mar’ie langsung minta anak dan istrinya buat check-out dan pindah ke hotel bintang tiga yang biayanya ditanggung sendiri. Wah, sederhana banget ya hidupnya.
Peluncuran Buku dan Kenangan Sri Mulyani¶

Peluncuran buku Mr Clean Mar’ie Muhammad: Sang Pejuang Antikorupsi dan Aktivis Kemanusiaan karya Qaris Tajudin di Galeri Indonesia Kaya, Jakarta, 6 Februari 2025. Fardiah untuk Tempo
Tokoh yang kisah hidupnya ditulis dalam biografi setebal 344 halaman ini emang pribadi yang nggak suka pamer prestasi. Beliau nggak pengen jadi pusat perhatian. “Sosok yang bekerja secara diam. Bukan dalam sorotan kamera. Pokoknya, begitu dikasih amanat, dia kerjakan,” kata Mas Qaris. Ini nih yang namanya low profile abis.
Menurut Mas Qaris, meskipun udah nggak jadi Menteri Keuangan dan Ketua PMI, Pak Mar’ie nggak pernah berhenti mikirin Indonesia. Kalau ada kebijakan pemerintah yang beliau anggap salah, pikiran Pak Mar’ie pasti terusik. Kata keluarga, cinta pertama Pak Mar’ie itu Indonesia. “Melihat situasi sekarang, saya enggak bisa bayangin bagaimana reaksi Pak Mar’ie,” ujar Mas Qaris. Pasti beliau prihatin banget ya kalau lihat kondisi sekarang.
Dalam acara peluncuran buku Mr. Clean, Sri Mulyani juga sempet berbagi cerita tentang Pak Mar’ie. Beliau bilang, Pak Mar’ie itu mentornya dan sosok yang konsisten serta berintegritas dalam membangun Indonesia lewat tata kelola yang baik dan anti korupsi. “Buat saya, mengenang Pak Mar’ie Muhammad seperti perjuangan membangun Indonesia lebih baik,” ucap Bu Sri Mulyani, seperti dikutip dari situs web Kementerian Keuangan. Kata-kata Bu Sri Mulyani ini ngena banget ya, nunjukkin betapa Pak Mar’ie itu sosok yang luar biasa.
Gimana menurut kalian kisah hidup Pak Mar’ie Muhammad ini? Inspiratif banget kan? Yuk, kasih pendapat kalian di kolom komentar!
Posting Komentar