Geger di Inggris: Bocah SD Dilarang Puasa di Sekolah! Kenapa?
Bulan Ramadhan selalu jadi momen spesial, apalagi buat umat Muslim. Tapi, gimana ya rasanya kalau lagi Ramadhan tapi jauh dari rumah, di negara yang budayanya beda banget? Nah, ini nih yang dialami sama WNI (Warga Negara Indonesia) yang tinggal di Inggris. Ada cerita menarik, sekaligus agak bikin kaget, soal aturan puasa buat anak-anak di sekolah.
Aturan Puasa yang Bikin Bingung¶
Zakiyatul Mufidah, atau akrab disapa Zaky, adalah seorang ibu WNI yang tinggal di Birmingham, Inggris. Dia cerita nih, ada hal yang cukup membuatnya terheran-heran soal puasa Ramadhan di sana. Ternyata, di Inggris, anak-anak yang umurnya di bawah 10 tahun itu nggak dibolehin puasa waktu di sekolah! Wah, kok bisa ya?
Zaky sendiri dapat info ini dari sekolah anaknya, menjelang bulan Ramadhan. Sekolahnya kasih semacam imbauan, bahkan bisa dibilang larangan, buat anak-anak SD yang belum genap 10 tahun untuk nggak puasa selama jam sekolah. Nggak cuma imbauan biasa, tapi sekolah juga sampai minta orang tua murid tanda tangan surat pernyataan. Surat apa tuh?
Ternyata, surat itu isinya pernyataan kalau orang tua tetap mau anaknya puasa di sekolah, itu keputusan dan tanggung jawab orang tua sepenuhnya. Sekolah nggak mau disalahin kalau nanti anaknya kenapa-kenapa, misalnya kecapekan atau susah konsentrasi belajar karena puasa. Serius banget ya aturannya!
Kenapa Sekolah Sampai Melarang?¶
Usut punya usut, aturan kayak gini ternyata nggak cuma di satu sekolah aja. Beberapa sekolah dasar di London timur juga udah duluan menerapkan aturan serupa. Bahkan, kabarnya sekolah-sekolah lain juga mulai ikutan. Alasannya kenapa ya sekolah sampai segitunya melarang anak SD puasa?
Menurut laporan dari BBC beberapa tahun lalu, aturan ini muncul gara-gara ada kejadian anak-anak yang jatuh sakit dan pingsan di sekolah karena puasa. Mungkin karena masih kecil, tubuhnya belum kuat menahan lapar dan haus seharian penuh, apalagi sambil belajar dan beraktivitas di sekolah.
Lord Agnew, seorang anggota parlemen di Inggris, juga ikut mendukung aturan ini. Beliau bilang, sekolah yang ngebiarin anak-anaknya puasa padahal udah ada larangan, bisa dikenakan tindakan tegas. Wah, makin jelas ya kalau aturan ini bukan main-main.
Beda Banget Sama di Indonesia¶
Kalau di Inggris ada aturan begini, jelas beda banget sama di Indonesia. Kita di sini malah dari kecil udah diajarin puasa. Bahkan, banyak anak-anak yang umur 7 tahun atau lebih muda udah mulai latihan puasa setengah hari, atau puasa bolong-bolong buat belajar. Puasa dianggap sebagai bagian penting dari pendidikan agama dan spiritual sejak dini.
Zaky sendiri juga ngerasain perbedaan ini. Dia cerita, “Jadi agak sedikit beda ya, padahal dulu kita umur 7 tahun sudah mulai latihan berpuasa,”. Iya ya, kebiasaan dan aturannya memang jauh berbeda. Di satu sisi, di Indonesia puasa itu kayak tradisi yang membudaya, bahkan jadi ajang latihan mental dan spiritual buat anak-anak. Di sisi lain, di Inggris, kesehatan dan keselamatan anak di sekolah jadi prioritas utama, sampai-sampai puasa pun diatur.
Tapi, Zaky Nggak Keberatan Kok¶
Meski awalnya kaget sama aturan ini, Zaky sendiri ternyata nggak keberatan. Dia paham kok kenapa sekolah bikin aturan seperti itu. Lagian, dalam agama Islam juga memang anak-anak belum diwajibkan untuk berpuasa. Jadi, kalau sekolah melarang pun, ya nggak masalah.
Yang penting, kata Zaky, anak-anaknya tetap bisa menjalankan ibadah puasa di rumah. Justru dia cerita, anak sulungnya malah merasa nyaman puasa di Inggris. Kenapa tuh?
Puasa di Inggris, Ternyata Asyik Juga!¶
Salah satu alasan anak Zaky betah puasa di Inggris adalah durasi puasanya yang hampir sama kayak di Indonesia. Waktu Ramadhan tahun ini kebetulan lagi musim semi, jadi siang sama malamnya hampir seimbang. Durasi puasa sekitar 13-14 jam. Sahur masih jam 5 pagi, buka puasa sekitar jam 6 sore. Nggak kayak di Indonesia yang kadang sahurnya harus subuh banget, jam setengah 4.
Selain durasi puasa yang pas, musim semi di Inggris juga bikin suasana puasa jadi lebih nyaman. Udara sejuk, nggak terlalu panas atau dingin. Jadi, nahan lapar sama haus nggak terlalu berat. Zaky menambahkan, “Karena musim semi, cuacanya sejuk. Tidak terlalu panas atau dingin, jadi lebih nyaman untuk berpuasa,”.
Malah, Ramadhan tahun lalu durasi puasanya lebih pendek lagi di Birmingham, cuma sekitar 10-11 jam. Soalnya waktu siang lebih singkat. “Tahun lalu malah lebih pendek lagi, karena siangnya lebih sebentar. Jam setengah 7 baru shalat subuh dan jam 4 atau 5 sore sudah berbuka. Jadi anak saya tidak mengeluh, malah bilang ‘enak ya puasa di sini’,” cerita Zaky sambil tertawa.
Perbandingan Durasi Puasa: Indonesia vs. Inggris (Musim Semi)¶
| Negara | Musim | Durasi Puasa (Estimasi) | Waktu Sahur (Estimasi) | Waktu Buka (Estimasi) |
|---|---|---|---|---|
| Indonesia | Sepanjang Tahun | 13-14 jam | 04:00 - 04:30 | 17:30 - 18:00 |
| Inggris | Musim Semi | 13-14 jam | 05:00 - 05:30 | 18:00 - 18:30 |
Catatan: Durasi dan waktu bisa bervariasi tergantung lokasi geografis dan tanggal spesifik. Estimasi di atas untuk gambaran umum saat musim semi.
Dari tabel di atas, kelihatan ya kalau durasi puasa di Indonesia dan Inggris saat musim semi memang nggak jauh beda. Malah, di Inggris waktu sahur dan bukanya lebih santai karena lebih siang.
Hikmah di Balik Perbedaan¶
Aturan larangan puasa untuk anak SD di Inggris ini memang awalnya mungkin terasa aneh, apalagi buat kita yang terbiasa dengan tradisi puasa sejak kecil. Tapi, kalau dipikir-pikir lagi, ada hikmahnya juga. Sekolah di Inggris lebih mengutamakan kesehatan dan keselamatan anak-anak. Mereka nggak mau ada kejadian anak sakit atau kenapa-kenapa gara-gara puasa di sekolah.
Selain itu, aturan ini juga menunjukkan bagaimana perbedaan budaya dan nilai-nilai di setiap negara. Di Indonesia, pendidikan agama dan latihan spiritual sejak dini itu penting banget. Puasa jadi salah satu caranya. Sementara di Inggris, fokusnya lebih ke perlindungan anak dan kesehatan fisik.
Yang jelas, meski ada perbedaan aturan, ibadah puasa Ramadhan tetap bisa dijalankan di mana pun kita berada. Yang penting niatnya, dan bagaimana kita bisa menyesuaikan diri dengan lingkungan sekitar. Seperti Zaky dan keluarganya, meski ada aturan sekolah yang berbeda, mereka tetap bisa menikmati Ramadhan di Birmingham dengan nyaman.
Nah, gimana menurut kamu soal aturan larangan puasa untuk anak SD di Inggris ini? Apakah kamu setuju dengan aturan ini, atau justru merasa aneh? Yuk, share pendapatmu di kolom komentar di bawah!
Posting Komentar