Ramadhan Berlalu, Terus Gimana? Intip Isi Khutbah Jumat Ini!
Bulan Ramadhan yang penuh berkah sudah meninggalkan kita. Selama sebulan penuh, kita berlomba-lomba dalam kebaikan, menjalankan ibadah puasa, shalat tarawih, tadarus Al-Qur’an, dan berbagai amalan lainnya. Pasti banyak dari kita yang merasa sedih karena bulan yang mulia ini berlalu begitu cepat. Tapi, pertanyaannya sekarang, setelah Ramadhan pergi, terus kita gimana? Apakah semangat ibadah kita ikut kendor juga?
Khutbah I¶
** مُحَمَّدٍ رَسُوْلِ اللهِ، وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَمَنْ وَالَاهُ، وَأَشْهَدُ أَنْ لَّا إِلهَ إِلَّا اللهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ. اَلْحَمْدُ للهِ، وَالصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ عَلَى سَيِّدِنَا**
Artinya: Segala puji bagi Allah, semoga sholawat dan salam tetap tercurahkan kepada junjungan kami, Nabi Muhammad, utusan Allah, beserta keluarga dan sahabatnya serta orang-orang yang loyal kepadanya. Aku bersaksi bahwa tiada Tuhan selain Allah, dan aku bersaksi bahwa junjungan kami, Nabi Muhammad, adalah hamba dan utusan-Nya.
Dalam khutbah Jumat kali ini, kita diingatkan kembali tentang tujuan utama dari ibadah Ramadhan. Bukan cuma sekadar menahan lapar dan haus saja, tapi lebih dari itu, Ramadhan adalah madrasah untuk melatih diri menjadi pribadi yang lebih bertakwa. Pertanyaannya, apakah setelah lulus dari madrasah Ramadhan ini, kita bisa mempertahankan predikat takwa yang sudah kita raih?
Muhasabah Setelah Ramadhan¶
Sebelum Ramadhan datang, kita semua pasti menyambutnya dengan suka cita. Kerinduan akan bulan penuh ampunan ini selalu menggelora di hati. Sekarang, setelah Ramadhan berlalu, saatnya kita muhasabah, introspeksi diri. Coba kita ingat-ingat lagi, apa saja yang sudah kita lakukan selama Ramadhan kemarin?
Kalau kita merasa sudah beramal dengan baik selama Ramadhan, jangan cepat puas! Justru inilah saatnya untuk mempertahankan dan bahkan meningkatkan amalan tersebut setelah Ramadhan. Kebaikan yang sudah kita tanam selama Ramadhan jangan sampai layu begitu saja. Siram terus dengan amalan-amalan saleh agar terus tumbuh subur.
Sebaliknya, kalau kita merasa masih banyak kekurangan dan kelalaian selama Ramadhan, jangan putus asa. Masih ada waktu untuk memperbaiki diri. Segera bertaubat dengan taubatan nashuha, taubat yang sungguh-sungguh. Mumpung masih diberi kesempatan hidup, mari kita perbaiki diri sebelum ajal menjemput.
Puasa Syawal dan Sunnah Lainnya¶
Meskipun bulan Ramadhan sudah lewat, bukan berarti pintu kebaikan tertutup. Allah SWT Maha Pemurah, Dia tetap memberikan kesempatan kepada kita untuk terus beribadah sepanjang tahun. Salah satu amalan yang sangat dianjurkan setelah Ramadhan adalah puasa Syawal selama 6 hari.
مَنْ صَامَ رَمَضَانَ ثُمَّ أَتْبَعَهُ سِتًّا مِنْ شَوَّالٍ كَانَ كَصِيَامِ الدَّهْرِ
Artinya: Barangsiapa yang berpuasa Ramadhan kemudian mengikutinya dengan berpuasa 6 hari di bulan Syawal, maka ia seperti puasa sepanjang tahun (HR Muslim).
Puasa Syawal ini ibarat menyempurnakan ibadah puasa Ramadhan kita. Keutamaannya luar biasa, seolah-olah kita berpuasa setahun penuh! Selain puasa Syawal, masih banyak puasa sunnah lainnya yang bisa kita kerjakan, seperti puasa Senin-Kamis, puasa Ayyamul Bidh (tanggal 13, 14, 15 setiap bulan Hijriyah), dan puasa sunnah lainnya.
Berikut ini tabel daftar puasa sunnah yang bisa kita amalkan sepanjang tahun:
| No. | Nama Puasa Sunnah | Waktu Pelaksanaan | Keutamaan |
|---|---|---|---|
| 1 | Puasa Syawal | 6 hari di bulan Syawal (setelah Idul Fitri) | Seperti puasa setahun penuh |
| 2 | Puasa Senin-Kamis | Setiap hari Senin dan Kamis | Hari-hari diperiksanya amal perbuatan, menghapus dosa-dosa kecil |
| 3 | Puasa Ayyamul Bidh | Tanggal 13, 14, 15 setiap bulan Hijriyah | Seperti puasa sepanjang masa |
| 4 | Puasa Daud | Sehari puasa sehari tidak (selang sehari) | Puasa yang paling dicintai Allah |
| 5 | Puasa Arafah | Tanggal 9 Dzulhijjah (bagi yang tidak haji) | Menghapus dosa setahun yang lalu dan setahun yang akan datang |
| 6 | Puasa Asyura | Tanggal 10 Muharram (dianjurkan juga tanggal 9 Muharram) | Menghapus dosa setahun yang lalu |
| 7 | Puasa Sya’ban | Sebagian besar hari di bulan Sya’ban | Bulan persiapan menuju Ramadhan, Rasulullah SAW paling banyak berpuasa di bulan ini |
Shalat Malam Sepanjang Tahun¶
Selain puasa, ibadah shalat malam atau qiyamul lail juga sangat dianjurkan untuk terus kita lakukan di luar Ramadhan. Jangan sampai semangat shalat tarawih kita hanya berkobar di bulan Ramadhan saja, lalu padam setelahnya. Rasulullah SAW menganjurkan kita untuk menghidupkan malam-malam kita dengan shalat, membaca Al-Qur’an, dan berdzikir.
رَحِمَ اللَّهُ رَجُلًا قَامَ مِنَ اللَّيْلِ فَصَلَّى وَأَيْقَظَ امْرَأَتَهُ فَصَلَّتْ فَإِنْ أَبَتْ نَضَحَ فِي وَجْهِهَا الْمَاءَ وَرَحِمَ اللَّهُ امْرَأَةً قَامَتْ مِنَ اللَّيْلِ فَصَلَّتْ وَأَيْقَظَتْ زَوْجَهَا فَإِنْ أَبَى نَضَحَتْ فِي وَجْهِهِ الْمَاءَ
Artinya: Semoga Allah merahmati seorang suami yang bangun malam, kemudian ia shalat dan membangunkan istrinya, jika istrinya menolak ia percikkah air ke wajahnya, dan semoga Allah merahmati seorang istri yang bangun malam, kemudian ia shalat dan membangunkan suaminya, jika suaminya menolak ia percikkan air ke wajahnya (HR Abu Dawud).
Hadits ini mengajarkan kita untuk saling membantu dalam kebaikan, bahkan dengan pasangan kita sendiri. Bangun malam untuk shalat, meskipun hanya dua rakaat, itu sudah sangat baik. Apalagi kalau bisa mengajak pasangan untuk shalat berjamaah di rumah, Insya Allah rumah tangga kita akan semakin berkah.
Jangan Remehkan Kebaikan dan Dosa¶
Kita juga diingatkan untuk tidak pernah meremehkan kebaikan sekecil apapun. Mungkin kita merasa sedekah seribu rupiah itu kecil nilainya, tapi di sisi Allah, bisa jadi itu sangat besar pahalanya. Rasulullah SAW pernah bersabda agar kita menjaga diri dari api neraka, meskipun hanya dengan bersedekah separuh biji kurma.
Sebaliknya, jangan pula kita meremehkan dosa kecil. Dosa kecil yang terus-menerus dilakukan bisa menjadi dosa besar. Dan dosa besar bisa menjadi jalan menuju kekufuran. Naudzubillah min dzalik. Kita harus selalu waspada terhadap dosa, baik kecil maupun besar.
إِيَّاكُمْ وَمُحَقَّرَاتِ الذُّنُوبِ
Artinya: Jauhilah oleh kalian dosa-dosa kecil (HR Ath-Thabarani).
Istiqomah dalam Kebaikan¶
Setelah Ramadhan, mari kita perkuat iman kita dengan terus istiqomah dalam berbuat kebaikan. Iman itu seperti tanaman, kalau terus dirawat dan dipupuk, dia akan tumbuh subur. Tapi kalau dibiarkan begitu saja, lama-lama bisa layu dan mati. Kebaikan adalah pupuk bagi iman kita, sedangkan maksiat adalah racunnya.
أَحَبُّ الْأَعْمَالِ إِلَى اللَّهِ أَدْوَمُهَا وَإِنْ قَلَّ
Artinya: Sebaik-baik perbuatan menurut Allah adalah yang dirutinkan meskipun sedikit (HR al-Bukhari dan Muslim).
Sedikit tapi istiqomah itu jauh lebih baik daripada banyak tapi hanya sesaat. Konsisten dalam beramal saleh, meskipun kecil, itu lebih dicintai Allah SWT. Misalnya, kalau kita biasa shalat dhuha 4 rakaat setiap hari, teruskanlah meskipun Ramadhan sudah berlalu. Atau kalau kita sudah terbiasa membaca Al-Qur’an satu juz sehari, jangan sampai kebiasaan baik ini hilang.
Menuntut Ilmu Agama¶
Terakhir, kita diingatkan untuk tidak pernah merasa bosan dan puas dengan ilmu agama yang sudah kita pelajari. Setelah Ramadhan, jangan berhenti mencari ilmu. Justru inilah saatnya untuk terus meningkatkan pemahaman agama kita dengan menghadiri majelis ilmu, membaca buku-buku agama, dan belajar dari para ustadz dan ulama.
لَا يَشْبَعُ مُؤْمِنٌ مِنْ خَيْرٍ يَسْمَعُهُ حَتَّى يَكُونَ مُنْتَهَاهُ الْجَنَّةُ
Artinya: Seorang mukmin tidak semestinya merasa puas dengan kebaikan yang ia dengarkan hingga kehidupannya berujung masuk ke dalam surga (HR Ibnu Hibban dan at-Tirmidzi).
Ilmu agama adalah bekal kita untuk mengarungi kehidupan ini. Dengan ilmu agama, kita bisa membedakan mana yang benar dan mana yang salah, mana yang halal dan mana yang haram, mana yang baik dan mana yang buruk. Dengan ilmu agama pula, kita bisa semakin dekat dengan Allah SWT.
أَقُوْلُ قَوْلِيْ هٰذَا وَأَسْتَغْفِرُ اللهَ لِيْ وَلَكُمْ، فَاسْتَغْفِرُوْهُ، إِنَّهُ هُوَ الْغَفُوْرُ الرَّحِيْمُ
Artinya: Aku katakan perkataanku ini dan aku memohon ampunan kepada Allah untukku dan untuk kalian, maka mohon ampunan kepada-Nya, sesungguhnya Dia adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.
Khutbah II¶
اَلْحَمْدُ للهِ وَكَفَى، وَأُصَلِّيْ وَأُسَلِّمُ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ الْمُصْطَفَى، وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ أَهْلِ الْوَفَا. أَمَّا بَعْدُ، فَيَا أَيُّهَا الْمُسْلِمُوْنَ، أُوْصِيْكُمْ وَنَفْسِيْ بِتَقْوَى اللهِ الْعَلِيِّ الْعَظِيْمِ وَاعْلَمُوْا أَنَّ اللهَ أَمَرَكُمْ بِأَمْرٍ عَظِيْمٍ، أَمَرَكُمْ بِالصَّلَاةِ وَالسَّلَامِ عَلَى نَبِيِّهِ الْكَرِيْمِ فَقَالَ: إِنَّ اللَّهَ وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى النَّبِيِّ، يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيمًا، اَللّٰهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيْمَ وَبَارِكْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ كَمَا بَارَكْتَ عَلَى سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيْمَ، فِيْ الْعَالَمِيْنَ إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ.
Artinya: Segala puji bagi Allah yang mencukupi, sholawat dan salam semoga tetap tercurahkan kepada junjungan kami, Nabi Muhammad al-Musthafa, beserta keluarga dan sahabatnya, orang-orang yang setia. Adapun setelah itu, wahai kaum muslimin, aku wasiatkan kepada kalian dan diriku sendiri untuk bertakwa kepada Allah Yang Maha Tinggi lagi Maha Agung, dan ketahuilah bahwa Allah memerintahkan kalian dengan perintah yang agung, yaitu perintah untuk bersholawat dan salam kepada Nabi-Nya yang mulia, maka Allah berfirman: Sesungguhnya Allah dan para malaikat-Nya bersholawat untuk Nabi. Wahai orang-orang yang beriman, bersholawatlah kalian untuknya dan ucapkanlah salam dengan penghormatan. Ya Allah, limpahkanlah sholawat kepada junjungan kami, Nabi Muhammad, dan kepada keluarga junjungan kami, Nabi Muhammad, sebagaimana Engkau telah melimpahkan sholawat kepada junjungan kami, Nabi Ibrahim, dan kepada keluarga junjungan kami, Nabi Ibrahim, dan berkatilah kepada junjungan kami, Nabi Muhammad, dan kepada keluarga junjungan kami, Nabi Muhammad, sebagaimana Engkau telah memberkati kepada junjungan kami, Nabi Ibrahim, dan kepada keluarga junjungan kami, Nabi Ibrahim, di seluruh alam, sesungguhnya Engkau Maha Terpuji lagi Maha Mulia.
اَللّٰهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ وَالْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ الْأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَالْأَمْوَاتِ، اَللّٰهُمَّ ادْفَعْ عَنَّا الْبَلَاءَ وَالْغَلَاءَ وَالْوَبَاءَ وَالْفَحْشَاءَ وَالْمُنْكَرَ وَالْبَغْيَ وَالسُّيُوْفَ الْمُخْتَلِفَةَ وَالشَّدَائِدَ وَالْمِحَنَ، مَا ظَهَرَ مِنْهَا وَمَا بَطَنَ، مِنْ بَلَدِنَا هٰذَا خَاصَّةً وَمِنْ بُلْدَانِ الْمُسْلِمِيْنَ عَامَّةً، إِنَّكَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرٌ عِبَادَ اللهِ، إِنَّ اللهَ يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ وَالْإِحْسَانِ وَإِيْتَاءِ ذِي الْقُرْبَى وَيَنْهَى عَنِ الْفَحْشَاءِ وَالْمُنْكَرِ وَالْبَغْيِ، يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ. فَاذْكُرُوا اللهَ الْعَظِيْمَ يَذْكُرْكُمْ وَلَذِكْرُ اللهِ أَكْبَرُ
Artinya: Ya Allah, ampunilah kaum muslimin dan muslimat, kaum mukminin dan mukminat, baik yang masih hidup maupun yang telah meninggal dunia. Ya Allah, hindarkanlah kami dari bala, paceklik, wabah penyakit, perbuatan keji dan munkar, kedurhakaan, pedang yang beraneka ragam, musibah dan cobaan, yang tampak maupun yang tersembunyi, dari negeri kami ini khususnya dan dari negeri kaum muslimin pada umumnya, sesungguhnya Engkau Maha Kuasa atas segala sesuatu. Wahai hamba-hamba Allah, sesungguhnya Allah memerintahkan untuk berbuat adil dan ihsan, serta memberi kepada kaum kerabat, dan melarang dari perbuatan keji, munkar dan durhaka. Dia memberi pengajaran kepada kalian agar kalian selalu ingat. Maka berdzikirlah kepada Allah Yang Maha Agung, niscaya Dia akan mengingat kalian, dan sungguh dzikir kepada Allah itu lebih besar (utama).
Semoga khutbah singkat ini bisa menjadi pengingat bagi kita semua. Mari kita jadikan Ramadhan sebagai momentum untuk berubah menjadi pribadi yang lebih baik, lebih bertakwa, dan lebih istiqomah dalam beribadah. Jangan biarkan semangat Ramadhan luntur begitu saja. Teruslah berbuat baik dan meraih ridho Allah SWT.
Yuk, sharing di kolom komentar, amalan apa yang paling pengen kamu terus lakuin setelah Ramadhan ini? Atau mungkin ada tips biar tetap istiqomah setelah Ramadhan? Jangan malu-malu buat berbagi ya!
Posting Komentar