Selain Conclave, Tonton 5 Film & Serial Seru Soal Pemilihan Paus!
Setelah seorang Paus meninggal dunia atau mengundurkan diri, Gereja Katolik di seluruh dunia akan memilih pemimpin barunya melalui sebuah proses yang sangat sakral dan tertutup rapat, yang disebut konklaf. Proses ini bukan sembarang pertemuan, melainkan melibatkan ratusan kardinal dari berbagai penjuru dunia yang berkumpul di Vatikan untuk berdoa, berdiskusi, dan akhirnya memilih kandidat yang dianggap paling layak memimpin umat Katolik global. Konklaf ini dikenal dengan kerahasiaannya yang ketat, di mana para kardinal ‘dikurung’ (secara harfiah, conclave berasal dari bahasa Latin cum clave yang berarti ‘dengan kunci’) hingga Paus baru terpilih. Momen pemilihan Paus baru ini ditandai dengan munculnya asap putih dari cerobong Kapel Sistina, sebuah sinyal yang dinanti-nantikan jutaan orang di seluruh dunia.
Film terbaru seperti Conclave (2024) berhasil menarik perhatian publik dengan menyajikan drama dan intrik menegangkan yang mungkin terjadi di balik dinding Kapel Sistina selama proses pemilihan Paus. Namun, ternyata tema pemilihan Paus, kehidupan di Vatikan, serta dinamika kekuasaan dan keyakinan di dalamnya sudah sering diangkat dalam berbagai film dan serial lain, lho. Tontonan-tontonan ini menawarkan sudut pandang yang berbeda-beda, mulai dari drama yang realistis, satire yang cerdas, hingga thriller penuh misteri yang dibalut latar belakang Vatikan yang megah dan penuh sejarah. Siap-siap dibawa menyelami dunia Vatikan yang jarang terungkap lewat rekomendasi tontonan seru berikut!
Daftar Rekomendasi Film dan Serial Bertema Pemilihan Paus¶
Dari drama yang mengeksplorasi sisi manusiawi pemimpin gereja hingga thriller yang melibatkan konspirasi global, berikut adalah beberapa film dan serial yang mengangkat tema sekitar pemilihan Paus dan kehidupan di balik tembok Vatikan. Masing-masing punya keunikan dan cara pandang tersendiri dalam menceritakan salah satu proses paling penting dalam sejarah Gereja Katolik.
1. The New Pope (2020)¶
Serial ini merupakan kelanjutan dari The Young Pope dan tetap digarap oleh sutradara visioner Paolo Sorrentino. The New Pope melanjutkan kisah Paus Pius XIII, yang diperankan memukau oleh Jude Law, yang pada akhir serial sebelumnya jatuh koma. Dengan Paus Pius XIII dalam kondisi kritis, Vatikan terpaksa harus mencari pemimpin pengganti. Proses konklaf pun kembali digelar, dan terpilihlah Paus baru, yang mengadopsi nama Paus John Paul III, diperankan dengan karisma unik oleh John Malkovich.
Namun, situasi di Vatikan jauh dari tenang. Paus John Paul III, seorang bangsawan Inggris yang cenderung moderat, harus menghadapi berbagai tantangan, baik dari dalam gereja maupun dari dunia luar yang terus berubah. Intrik politik gereja, skandal, dan masalah iman menjadi latar belakang kepemimpinannya. Keadaan menjadi semakin rumit dan penuh ketegangan ketika tiba-tiba Paus Pius XIII, sang Paus muda yang kontroversial, sadar dari koma. Kehadiran dua Paus dalam satu Vatikan menciptakan konflik dramatis tentang kekuasaan, otoritas, dan makna sebenarnya dari kepemimpinan gereja di era modern. Sorrentino kembali menghadirkan visual yang memukau, dialog yang filosofis, dan karakter-karakter kompleks yang membuat penonton terus bertanya-tanya tentang iman dan institusi gereja. Serial ini tidak hanya bicara soal perebutan takhta, tapi juga refleksi mendalam tentang spiritualitas, kesendirian, dan bagaimana tradisi beradaptasi dengan dunia kontemporer.
2. The Two Popes (2019)¶
Meskipun fokus utamanya bukan pada detik-detik konklaf itu sendiri, film The Two Popes memberikan gambaran yang sangat intim dan mendalam mengenai transisi kepemimpinan yang jarang terjadi dalam sejarah gereja: pengunduran diri seorang Paus. Film ini menceritakan percakapan-percakapan rahasia antara Paus Benediktus XVI, yang diperankan secara brilian oleh Anthony Hopkins, dan Kardinal Jorge Mario Bergoglio, yang kemudian menjadi Paus Fransiskus, diperankan tak kalah hebatnya oleh Jonathan Pryce. Latar waktu film ini adalah sebelum pengunduran diri Paus Benediktus.
Film ini menggambarkan momen-momen penting ketika Kardinal Bergoglio datang ke Vatikan dengan niat meminta izin untuk mengundurkan diri dari jabatannya sebagai uskup agung di Argentina. Namun, dalam serangkaian pertemuan yang awalnya canggung lalu berujung hangat, Paus Benediktus justru membuka diri dan mengungkapkan niatnya yang mengejutkan: mempertimbangkan untuk mengundurkan diri dari posisi Paus. Film ini mengeksplorasi perbedaan pandangan antara kedua tokoh ini – Paus Benediktus yang cenderung tradisional dan intelektual, serta Kardinal Bergoglio yang lebih progresif dan dekat dengan umat. Melalui dialog-dialog cerdas dan penuh humor, film ini berhasil menggambarkan sisi manusiawi dari dua pemimpin spiritual terbesar dunia, persahabatan yang tak terduga, dan pergulatan batin dalam mengambil keputusan besar yang berdampak pada miliaran orang. Ini adalah potret yang mengharukan tentang iman, pengampunan, dan pentingnya perubahan dalam institusi yang sudah berusia ribuan tahun.
3. The Young Pope (2016)¶
Sebagai cikal bakal The New Pope, serial The Young Pope karya Paolo Sorrentino ini pertama kali memperkenalkan karakter Paus Pius XIII, yang diperankan oleh Jude Law. Serial ini mengisahkan Lenny Belardo, seorang kardinal asal Amerika Serikat yang secara mengejutkan terpilih menjadi Paus. Bukan sembarang Paus, ia adalah Paus termuda dalam sejarah Gereja Katolik, sebuah fakta yang sudah menciptakan intrik sejak awal pemilihannya. Dengan nama takhta Paus Pius XIII, ia segera menunjukkan diri sebagai pemimpin yang jauh dari harapan para kardinal yang memilihnya, yang mungkin berharap ia akan menjadi Paus yang mudah dikendalikan.
Sebaliknya, Paus Pius XIII adalah sosok yang penuh teka-teki, sangat konservatif, dan memiliki pendekatan yang radikal dalam memimpin gereja. Ia menolak publisitas, jarang terlihat di depan umum, dan mengeluarkan kebijakan-kebijakan yang kontroversial, mengguncang status quo di Vatikan. Serial ini dengan detail mengeksplorasi masa lalu Lenny Belardo, pencariannya akan orang tuanya yang hilang, dan perjuangan internalnya dengan iman, keraguan, dan kesendirian yang datang bersama jabatan tertinggi di gereja. Visualnya sangat artistik, penuh simbolisme, dan seringkali sureal, mencerminkan pikiran kompleks Paus muda ini. The Young Pope bukan hanya drama politik gereja, tetapi juga studi karakter yang mendalam tentang kekuasaan spiritual, kesucian, dan sisi gelap institusi keagamaan, menjadikannya salah satu serial paling unik yang pernah dibuat tentang Vatikan.
4. We Have a Pope (2011)¶
Film satire asal Italia berjudul asli Habemus Papam ini menawarkan sudut pandang yang sangat berbeda dan jenaka tentang proses pemilihan Paus. Ceritanya dimulai setelah konklaf pertama berakhir dengan ‘asap hitam’, menandakan belum ada Paus yang terpilih. Setelah melalui proses diskusi dan pemungutan suara yang intens, para kardinal akhirnya mencapai kesepakatan dan memilih seorang kardinal yang tidak diduga sebelumnya, yaitu Kardinal Melville, diperankan dengan sangat manusiawi oleh Michel Piccoli. Ia bukanlah kandidat unggulan dan tampaknya tidak pernah membayangkan akan mengemban tanggung jawab sebesar ini.
Namun, momen sakral ketika ia seharusnya muncul di balkon Basilika Santo Petrus untuk pertama kalinya dan mengumumkan “Habemus Papam!” (Kita Punya Paus!), sebuah tradisi yang dinanti seluruh dunia, justru berubah menjadi kekacauan. Kardinal Melville tiba-tiba mengalami serangan panik yang hebat dan menolak untuk keluar. Vatikan pun gempar. Untuk mengatasi situasi yang belum pernah terjadi sebelumnya ini, Vatikan diam-diam memanggil seorang psikoanalis (diperankan oleh sutradara film ini sendiri, Nanni Moretti) yang ironisnya adalah seorang ateis. Film ini mengikuti upaya sang psikoanalis untuk memahami dan membantu Paus yang ketakutan tersebut, sementara di luar sana dunia menanti dengan penuh kebingungan. We Have a Pope adalah komedi yang lembut namun mendalam, mengeksplorasi ketakutan akan tanggung jawab besar, sisi manusiawi di balik jubah suci, dan absurditas dari ekspektasi yang diletakkan pada seorang individu yang menduduki posisi Paus.
5. Angels & Demons (2009)¶
Film thriller yang diadaptasi dari novel laris Dan Brown ini mungkin tidak sepenuhnya berfokus pada dinamika internal konklaf, tetapi latarnya bertepatan dengan momen krusial ini dan menjadikannya elemen penting dalam alurnya. Film ini mengambil tempat di Vatikan dan Roma sesaat setelah Paus meninggal dunia, ketika para kardinal dari seluruh dunia sudah berkumpul untuk memulai proses konklaf demi memilih Paus yang baru. Suasana duka dan persiapan sakral untuk pemilihan Paus tiba-tiba tercabik oleh ancaman yang mengerikan.
Simbolis Robert Langdon, yang kembali diperankan oleh Tom Hanks, dipanggil ke Vatikan ketika sebuah simbol misterius yang terkait dengan kelompok rahasia kuno, Illuminati, ditemukan. Ancaman ini tidak main-main: Illuminati berencana untuk menghancurkan Vatikan menggunakan antimateri yang dicuri, dan empat kardinal terkemuka, yang merupakan preferiti atau kandidat kuat dalam pemilihan Paus, diculik satu per satu. Robert Langdon, bersama seorang ilmuwan wanita, harus berpacu dengan waktu, mengikuti jejak simbol-simbol kuno yang tersebar di seluruh Roma dan Vatikan, untuk menyelamatkan para kardinal dan mencegah serangan yang bisa menghancurkan pusat Gereja Katolik. Konklaf yang sedang berlangsung menambah lapisan ketegangan; setiap kardinal yang diculik mengurangi jumlah pemilih potensial, dan ancaman kehancuran menggantung di atas kepala mereka yang terkunci di dalam Kapel Sistina. Film ini memadukan sejarah, seni, misteri, dan aksi cepat, memberikan pandangan sekilas (meskipun fiksi) tentang lingkungan fisik Vatikan dan tekanan yang ada selama masa transisi Paus.
Kelima tontonan di atas, bersama dengan film Conclave (2024), menawarkan beragam perspektif tentang salah satu proses paling rahasia dan penting dalam Gereja Katolik. Mulai dari drama psikologis yang mendalam, satire yang cerdas, hingga thriller yang memacu adrenalin, semuanya berhasil menghadirkan sisi manusiawi di balik jubah dan tembok-tembok suci Vatikan. Menonton film dan serial ini bisa menjadi cara yang menarik untuk memahami lebih lanjut tentang dunia Vatikan, peran Paus, dan kompleksitas yang melingkupi institusi keagamaan terbesar di dunia.
Sudah pernah nonton salah satu dari daftar di atas? Atau malah punya rekomendasi lain yang seru? Yuk, bagikan pendapat dan rekomendasi kamu di kolom komentar di bawah!
Posting Komentar