Rahasia Kopi Enak: Juara Barista Dunia Bocorkan Cara Pilih Susu Nabati Terbaik!

Table of Contents

Rahasia Kopi Enak Juara Barista Dunia Bocorkan Cara Pilih Susu Nabati Terbaik

Tren minuman tuh emang enggak ada habisnya ya, selalu ada yang baru dan menarik buat dicoba. Nah, salah satu tren yang lagi naik daun banget belakangan ini adalah penggunaan susu nabati sebagai pengganti susu sapi. Kenapa bisa begitu populer? Macem-macem alasannya, ada yang karena rasa uniknya, ada juga yang sadar sama manfaat kesehatannya yang sering dianggap lebih oke buat sebagian orang. Belum lagi isu intoleransi laktosa atau alergi susu sapi yang bikin susu nabati jadi penyelamat.

Sebenarnya, susu nabati ini bukan barang baru-baru amat lho. Susu kedelai, susu almond, bahkan santan kelapa itu udah ada dan jadi bagian dari pola makan di berbagai belahan dunia selama berabad-abad. Bayangin aja, resep susu kedelai itu udah tercatat di Tiongkok dari abad pertama, dan susu almond udah nongol di teks-teks dari zaman pertengahan Eropa. Jadi, ini bukan sekadar tren sesaat, tapi evolusi dari kebiasaan lama.

Yang bikin beda, peningkatannya secara komersial itu baru kerasa banget di era modern, kira-kira mulai pertengahan tahun 2000-an. Angkanya juga enggak main-main. Menurut data dari Global Market Insights, di tahun 2019 aja pasar susu nabati ini udah tembus angka US$12 miliar. Proyeksinya bahkan diprediksi bakal terus tumbuh kencang sampai 11% per tahunnya sampai 2026. Kelihatan banget kan kalau permintaan pasar emang lagi tinggi-tingginya.

Nah, selain diminum langsung sebagai alternatif sehat, produsen susu nabati juga pinter melihat peluang. Mereka sadar kalau banyak konsumen pakai susu nabati ini buat dicampur ke minuman lain, paling sering sih kopi atau teh. Ini yang bikin pasar susu nabati makin luas lagi. Kebutuhan akan susu nabati yang pas buat kopi atau teh, yang enggak cuma sehat tapi juga enak dan enggak ngerusak rasa asli minumannya, itu jadi penting banget.

Serge Costi, General Manager Marketing MILKLAB, sempat ngomong di acara World of Coffee di Jakarta. Dia bilang, permintaan konsumen terhadap alternatif susu nabati itu emang lagi meningkat pesat. Makanya, produsen tuh terus berinovasi buat bikin susu nabati yang rasanya netral, punya tekstur yang pas buat di-steam misalnya, dan serbaguna buat berbagai jenis minuman. Tantangannya emang di situ, gimana bikin susu nabati yang cocok buat barista.

Sayangnya, beberapa jenis susu nabati, apalagi yang dibuat dari kacang-kacangan atau gandum, kadang punya rasa atau aroma yang cukup kuat dan khas. Aroma atau rasa ini bisa aja “nabrak” atau malah bikin cita rasa kopi yang khas jadi hilang. Ini yang sering bikin dilema buat para pecinta kopi atau barista yang mau beralih ke susu nabati. Maksud hati mau sehat atau nyoba variasi baru, eh malah rasa kopinya jadi aneh.

Memilih Susu Nabati yang Pas Buat Kopi

Jadi, gimana dong caranya milih susu nabati yang tepat biar pas dicampur kopi itu enggak cuma sehat, tapi rasanya tetap nyatu atau malah bikin kopi jadi makin enak? Ini dia nih bagian pentingnya. Kebetulan, ada juara dunia yang mau bagi-bagi tipsnya.

Anthony Douglas, Juara World Barista Champion 2022, punya pandangan menarik soal ini. Dia punya beberapa rekomendasi berdasarkan pengalamannya sebagai barista kelas dunia. Menurut dia, pemilihan susu nabati itu tergantung sama karakter kopi dan hasil akhir yang kamu pengen. Ibaratnya, tiap susu nabati itu punya kepribadian sendiri yang bakal berinteraksi beda sama kopi.

Tips pertama dari Anthony, kalau kamu pengen rasa susu nabati yang paling netral dan enggak terlalu mempengaruhi rasa asli kopi, dia saranin buat pakai susu gandum atau susu kedelai. Kedua susu ini dianggap paling serbaguna dan cocok buat macem-macem jenis kopi, baik yang light roast dengan keasaman tinggi sampai yang dark roast dengan rasa cokelat. Susu almond juga bisa jadi pilihan, tapi perlu diingat, susu almond ini biasanya bakal sedikit menambahkan aroma nutty atau kacang-kacangan ke dalam kopi.

Nah, gimana kalau kamu pakai kopi yang karakternya kuat, misalnya kopi dark roast dengan cita rasa pekat atau kopi yang punya notes rempah yang tajam? Anthony punya rekomendasi lain nih. Untuk kopi-kopi jenis ini, dia lebih menyarankan penggunaan susu macadamia atau susu kelapa (santan). Alasannya, kedua susu nabati ini juga punya rasa yang cukup kuat. Jadi, rasa kuat dari kopi dan rasa kuat dari susu nabati itu justru bisa saling melengkapi dan menciptakan keseimbangan yang unik dan enak di lidah. Enggak ada yang saling mengalahkan.

Pada dasarnya, kata Anthony, semua susu nabati itu bisa jadi pilihan yang baik kok, tergantung selera. Tapi kalau kamu mau kopi yang lebih kuat atau lebih beraroma, susu macadamia atau kelapa itu bakal ngasih keseimbangan rasa yang lebih pas. Ini penting banget buat dapetin pengalaman minum kopi yang maksimal.

Faktor Lain yang Penting Dipertimbangkan

Memilih susu nabati buat kopi ternyata enggak cuma soal rasa doang lho. Ada beberapa faktor lain yang perlu kamu perhatiin supaya hasilnya perfect di cangkir kopi kamu.

Pertama, perhatiin teksturnya. Ini krusial banget terutama kalau kamu suka bikin kopi yang butuh di-steam kayak latte atau cappuccino. Susu nabati yang bagus buat kopi biasanya punya tekstur krimi dan bisa menghasilkan busa (foam) yang stabil dan halus. Susu gandum atau susu kedelai seringkali jadi pilihan favorit para barista karena teksturnya yang mirip susu sapi dan gampang buat di-steam. Beberapa merek bahkan punya formula khusus barista blend yang dirancang emang buat kebutuhan bikin kopi kayak gini. Susu almond kadang agak susah di-steam karena kandungan lemaknya beda, tapi barista blend almond biasanya udah ditingkatin teksturnya. Susu kelapa juga bisa krimi, tapi mungkin agak lebih sulit dapetin busa yang sekokoh susu gandum atau kedelai.

Kedua, perhatikan kandungan gulanya. Susu nabati yang dijual di pasaran itu macem-macem banget. Ada yang tanpa gula tambahan (unsweetened), ada yang manis (sweetened). Kalau kamu suka kopi yang rasanya enggak terlalu manis, pilihlah yang unsweetened atau yang barista blend karena biasanya kandungan gulanya udah disesuaikan biar enggak mengganggu rasa kopi. Gula tambahan bisa banget mengubah profil rasa kopi kamu.

Ketiga, bahan tambahan di dalam susu nabati juga patut dilihat. Beberapa susu nabati mungkin mengandung pengental, emulsifier, atau minyak tambahan. Bahan-bahan ini bisa mempengaruhi tekstur, stabilitas, bahkan rasa susu nabati saat dicampur kopi. Misalnya, beberapa jenis minyak bisa bikin susu nabati lebih gampang pecah atau menggumpal (curdle) saat dicampur kopi panas. Jadi, baca label itu penting banget.

Mengapa Susu Nabati Kadang ‘Pecah’ di Kopi?

Pernah ngalamin susu nabati yang langsung pecah atau menggumpal kayak butiran-butiran kecil pas dituang ke kopi panas? Itu namanya curdling. Kejadian ini lumayan sering dialami kalau pakai susu nabati tertentu.

Kenapa bisa pecah? Umumnya sih ada dua penyebab utama. Pertama, keasaman kopi. Kopi itu sifatnya asam, dan pH-nya bisa bikin protein atau komponen lain dalam susu nabati jadi tidak stabil dan menggumpal. Kopi yang lebih asam (misalnya light roast) cenderung lebih berisiko bikin susu nabati pecah dibanding kopi yang lebih dark roast atau kurang asam. Kedua, suhu panas. Suhu kopi yang tinggi juga mempercepat proses curdling ini.

Beberapa jenis susu nabati lebih rentan pecah dibanding yang lain. Susu almond kadang lebih gampang pecah kalau enggak diformulasi dengan baik. Susu gandum dan kedelai barista blend biasanya udah diatur komposisinya biar lebih stabil dan enggak gampang pecah saat kena panas dan asam kopi. Produsen barista blend ini sering menambahkan stabilizer khusus buat mencegah curdling.

Tips biar susu nabati enggak pecah:
1. Pilih susu nabati yang memang diformulasikan untuk kopi (barista blend).
2. Panaskan susu nabati sedikit sebelum dicampur kopi, jangan langsung tuang susu dingin ke kopi panas mendidih. Suhu yang terlalu kontras bisa memicu curdling.
3. Tuang susu nabati perlahan sambil diaduk, jangan langsung menuang dalam jumlah banyak sekaligus.
4. Kalau pakai kopi yang sangat asam, mungkin coba didinginkan sedikit dulu sebelum mencampur susu nabati.

Memilih Susu Nabati Berdasarkan Jenis Kopi

Mungkin bisa kita rangkum sedikit berdasarkan jenis kopi nih, pakai rekomendasi dari Anthony Douglas dan tambahan dari faktor lain:

  • Untuk Kopi yang Rasanya Netral atau Mild: Cocok pakai susu gandum atau susu kedelai (pilih yang barista blend untuk tekstur dan stabilitas optimal). Keduanya minim pengaruh rasa, jadi keaslian kopi tetap menonjol.
  • Untuk Kopi dengan Aroma Nutty: Susu almond bisa jadi pilihan, tapi pastikan kamu emang suka tambahan aroma kacang. Kalau enggak mau aroma nutty tapi mau netral, tetap ke gandum/kedelai.
  • Untuk Kopi yang Kuat atau Beraroma (Dark Roast, Spiced Coffee): Susu macadamia atau susu kelapa (santan) bisa jadi pasangan yang serasi. Rasa kuat mereka bisa mengimbangi karakter kopi yang pekat. Jangan takut eksplorasi!

Susu Nabati Barista Blend vs. Regular

Ini perbedaan penting yang perlu kamu tahu. Susu nabati “regular” biasanya dibuat buat diminum langsung, dicampur sereal, atau buat masak. Komposisinya mungkin enggak terlalu memikirkan gimana reaksi dia kalau kena panas dan asam kopi. Teksturnya mungkin juga enggak optimal buat di-steam jadi busa latte art yang cantik.

Sementara itu, susu nabati “barista blend” itu diformulasikan khusus buat dicampur kopi. Produsennya udah riset gimana caranya biar susu ini:
1. Stabil: Nggak gampang pecah saat kena panas dan asam kopi.
2. Teksturnya Pas: Bisa menghasilkan busa yang halus, mengkilap, dan stabil saat di-steam, buat bikin latte art atau topping cappuccino yang sempurna.
3. Rasanya Netral: Kebanyakan barista blend dirancang supaya rasanya enggak terlalu dominan dan enggak mengalahkan rasa kopi, atau justru melengkapi dengan pas. Kandungan gulanya juga seringnya lebih rendah atau disesuaikan.

Jadi, kalau niatnya emang buat dicampur kopi, terutama kalau kamu mau bikin kopi ala kafe di rumah, sangat disarankan buat pilih yang ada label “barista” atau “for coffee” di kemasannya. Investasi sedikit lebih mahal di awal tapi hasilnya pasti jauh lebih memuaskan dibanding pakai yang regular.

Mencari susu nabati terbaik buat kopi itu emang butuh sedikit eksperimen. Enggak ada satu jawaban yang bener buat semua orang atau semua jenis kopi. Selera itu personal banget. Mungkin susu gandum cocok buat kopi A, tapi lebih enak pakai susu kedelai buat kopi B. Atau kamu justru lebih suka sensasi krimi santan di kopi dark roast kamu.

Coba deh beli beberapa jenis susu nabati yang beda, ambil kopi favorit kamu, terus campurin satu per satu. Rasain bedanya. Perhatiin teksturnya, aromanya, dan gimana rasa susu itu berinteraksi sama kopi. Dari situ, kamu bakal nemuin kombinasi favorit kamu sendiri. Jangan terpaku sama satu jenis susu aja. Dunia susu nabati itu luas banget lho sekarang pilihannya!

Yang jelas, dengan semakin banyaknya pilihan susu nabati di pasaran, pecinta kopi punya lebih banyak kesempatan buat eksplorasi rasa dan dapetin pengalaman ngopi yang unik. Apalagi kalau kamu punya alasan kesehatan atau diet tertentu yang mengharuskan menghindari susu sapi. Tips dari juara dunia kayak Anthony Douglas ini pastinya sangat membantu buat mulai nyari susu nabati yang pas.

Jadi, gimana nih? Udah makin tercerahkan kan soal gimana milih susu nabati buat kopi kamu? Atau mungkin kamu udah punya susu nabati favorit yang selalu bikin kopi kamu jadi juara?

Yuk, cerita di kolom komentar! Susu nabati apa yang jadi andalanmu buat kopi? Atau mungkin ada pengalaman seru pas nyobain susu nabati tertentu sama kopi? Share dong pengalamanmu biar kita semua bisa belajar bareng!

Posting Komentar