Hari Tasyrik: Apa Sih Artinya? Yuk, Pahami Makna & Amalan yang Dianjurkan!

Table of Contents

Hari Tasyrik: Apa Sih Artinya? Yuk, Pahami Makna & Amalan yang Dianjurkan!

Hari Tasyrik itu bukan sembarang hari lho! Ini adalah tiga hari spesial setelah Hari Raya Idul Adha, tepatnya tanggal 11, 12, dan 13 Dzulhijjah dalam kalender Hijriyah. Jadi, kalau Idul Adha jatuh pada tanggal 10 Dzulhijjah, Hari Tasyrik ya tanggal 11, 12, dan 13-nya. Di tahun 2025 nanti, Hari Tasyrik ini diperkirakan jatuh pada tanggal 7, 8, dan 9 Juni.

Nah, hari-hari ini punya makna dan aturan tersendiri dalam agama Islam yang penting banget buat kita ketahui. Ada banyak amalan baik yang dianjurkan, tapi ada juga satu larangan penting yang perlu kita perhatikan. Memahami Hari Tasyrik membantu kita menjalankan ibadah dengan lebih sempurna dan mendapatkan keberkahan di momen istimewa ini.

Apa Itu Hari Tasyrik?

Secara bahasa, kata “Tasyrik” ini berasal dari bahasa Arab, yaitu “syarraqa”. Artinya kurang lebih ‘menjemur’ atau ‘menghadap ke arah timur tempat matahari terbit’. Kok bisa begitu? Ternyata, ada hubungannya dengan kebiasaan di zaman Rasulullah SAW dulu.

Dulu, untuk mengawetkan daging kurban biar nggak cepat busuk, orang-orang menjemurnya di bawah sinar matahari yang terik. Karena kegiatan menjemur daging ini dilakukan secara intensif di hari-hari tersebut, maka hari-hari itu pun dikenal sebagai Hari Tasyrik. Jadi, namanya memang terkait langsung dengan aktivitas yang dilakukan saat itu.

Tapi maknanya jauh lebih dalam dari sekadar menjemur daging ya. Hari Tasyrik ini juga masih bagian dari rangkaian ibadah kurban. Umat Islam masih diperbolehkan untuk menyembelih hewan kurbannya pada hari-hari ini. Ini adalah kesempatan terakhir bagi yang belum sempat atau belum mampu menyembelih saat Hari Raya Idul Adha.

Kenapa Dilarang Berpuasa pada Hari Tasyrik?

Ini nih aturan paling khas dari Hari Tasyrik: dilarang berpuasa! Iya, betul, puasa sunnah atau puasa lainnya tidak diperbolehkan pada tanggal 11, 12, dan 13 Dzulhijjah. Kenapa ya?

Larangan ini datang langsung dari Rasulullah SAW. Beliau bersabda dalam sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Imam Muslim:

“Hari-hari Tasyrik adalah hari makan, minum, dan berdzikir kepada Allah.” (HR. Muslim)

Hadits ini jelas banget menunjukkan bahwa hari-hari Tasyrik itu adalah momen untuk bersenang-senang (dalam artian yang positif dan syar’i), menikmati rezeki dari Allah, dan memperbanyak dzikir. Hari-hari ini dianggap sebagai hari raya bagi umat Islam, kelanjutan dari kemeriahan Idul Adha.

Puasa itu kan menahan diri dari makan dan minum. Nah, karena Hari Tasyrik adalah hari di mana kita justru dianjurkan untuk makan (terutama daging kurban) dan minum sebagai bentuk syukur atas nikmat Allah, maka berpuasa jadi bertentangan dengan semangat hari tersebut. Ini adalah bentuk kasih sayang Allah agar kita menikmati karunia-Nya di hari yang fitri.

Bayangin deh, udah dapat daging kurban, tapi malah puasa. Kan sayang banget ya, nggak bisa menikmati nikmat yang sudah disiapkan. Jadi, larangan puasa ini bukan tanpa alasan, tapi justru agar kita bisa merayakan keberkahan Idul Adha dengan maksimal, baik secara fisik (menikmati hidangan) maupun spiritual (memperbanyak dzikir).

Hikmah Lain Larangan Puasa

Selain menikmati hidangan kurban, ada hikmah lain di balik larangan puasa ini. Hari Tasyrik adalah bagian dari hari-hari mulia di bulan Dzulhijjah. Setelah berjuang di 10 hari pertama Dzulhijjah (termasuk puasa Arafah), Hari Tasyrik menjadi waktu istirahat dari ibadah puasa sekaligus momen untuk fokus pada ibadah lain seperti dzikir dan berbagi.

Larangan puasa ini juga menunjukkan bahwa dalam Islam ada waktu-waktu tertentu yang diharamkan untuk berpuasa, seperti dua Hari Raya (Idul Fitri dan Idul Adha) serta Hari Tasyrik ini. Menghormati larangan ini adalah bagian dari ketaatan kepada syariat Allah dan Rasul-Nya.

Amalan yang Dianjurkan pada Hari Tasyrik

Oke, kalau puasa dilarang, terus ngapain aja dong di Hari Tasyrik? Tenang, meskipun nggak boleh puasa, ada banyak banget amalan baik yang sangat dianjurkan di hari-hari istimewa ini. Ini dia beberapa di antaranya:

1. Memperbanyak Dzikir kepada Allah

Ini amalan utama yang disebut langsung dalam hadits tadi: “hari makan, minum, dan berdzikir kepada Allah.” Dzikir ini bisa dalam berbagai bentuk. Yang paling sering dilakukan adalah memperbanyak bacaan takbir.

Takbir pada Hari Tasyrik

Ada dua jenis takbir yang relevan di sekitar Idul Adha dan Hari Tasyrik:

  • Takbir Mutlaq: Takbir yang dibaca kapan saja dan di mana saja, tidak terikat waktu shalat. Takbir ini sudah mulai dianjurkan sejak awal bulan Dzulhijjah hingga akhir Hari Tasyrik (matahari terbenam tanggal 13 Dzulhijjah). Lafadznya bisa seperti: Allahu Akbar, Allahu Akbar, Laa Ilaha Illallah, Wallahu Akbar, Allahu Akbar Walillahil Hamd.
  • Takbir Muqayyad: Takbir yang dibaca setelah shalat fardhu. Takbir ini dimulai sejak Subuh Hari Arafah (9 Dzulhijjah) hingga akhir Hari Tasyrik (setelah Ashar tanggal 13 Dzulhijjah). Jadi, selama Hari Tasyrik (11, 12, 13 Dzulhijjah), setiap selesai shalat fardhu lima waktu, kita dianjurkan membaca takbir ini.

Selain takbir, kita juga dianjurkan membaca tasbih (Subhanallah), tahmid (Alhamdulillah), tahlil (Laa Ilaha Illallah), atau bentuk dzikir lainnya. Mengingat Allah dalam setiap keadaan adalah inti dari kehidupan seorang Muslim, dan momen Hari Tasyrik ini adalah waktu yang sangat baik untuk meningkatkan intensitas dzikir kita.

2. Menyembelih Hewan Kurban (Bagi yang Belum)

Hari Tasyrik adalah perpanjangan waktu penyembelihan kurban. Waktu penyembelihan kurban itu dimulai setelah shalat Idul Adha pada tanggal 10 Dzulhijjah dan berakhir saat matahari terbenam pada tanggal 13 Dzulhijjah.

Jadi, kalau ada yang berhalangan menyembelih di Hari Raya, atau panitia kurban di suatu tempat belum selesai memproses semua hewan kurbannya, masih ada waktu tiga hari lagi untuk menunaikan ibadah mulia ini. Ini menunjukkan kemudahan dalam syariat Islam.

Melaksanakan kurban adalah syariat yang sangat dianjurkan, bahkan dianggap wajib oleh sebagian ulama bagi yang mampu. Hikmahnya banyak, mulai dari mendekatkan diri kepada Allah, mengikuti jejak Nabi Ibrahim AS, hingga berbagi kebahagiaan dengan sesama.

3. Menikmati Hidangan dan Bersyukur

Seperti yang disebutkan hadits, ini adalah hari makan dan minum. Jadi, menikmati hidangan yang disajikan, apalagi dari daging kurban, adalah bagian dari syariat di hari Tasyrik. Ini bukan sekadar makan biasa, tapi makan sebagai bentuk syukur atas rezeki dari Allah.

Bagikan daging kurban kepada keluarga, tetangga, kerabat, dan orang-orang fakir miskin. Lalu, masak dagingnya dan nikmati bersama keluarga. Momen makan bersama ini bisa mempererat tali silaturahmi dan meningkatkan rasa syukur kita.

4. Bersedekah dan Berbagi Kebahagiaan

Selain membagikan daging kurban, semangat berbagi dan bersedekah juga sangat dianjurkan di Hari Tasyrik. Keberkahan kurban harus dirasakan oleh semua lapisan masyarakat. Pastikan mereka yang kurang mampu juga mendapatkan bagian dari kebahagiaan ini.

Bersedekah di hari-hari mulia akan dilipatgandakan pahalanya oleh Allah SWT. Jadi, manfaatkan momen ini untuk membersihkan harta dan berbagi rezeki yang kita miliki.

5. Bersilaturahmi

Hari Raya Idul Adha dan hari-hari setelahnya adalah momen yang pas untuk mempererat tali silaturahmi. Kunjungi sanak saudara, tetangga, dan teman. Saling bermaaf-maafan dan berbagi cerita.

Di tengah kesibukan sehari-hari, momen Hari Tasyrik ini bisa jadi pengingat untuk kembali menyambung hubungan dengan orang-orang terdekat. Ini adalah ibadah sosial yang pahalanya juga besar di sisi Allah.

6. Ibadah Lainnya

Tentu saja, amalan ibadah lainnya seperti shalat fardhu tepat waktu, membaca Al-Quran, berdoa, dan ibadah sunnah lainnya tetap sangat dianjurkan. Meskipun ada amalan spesifik untuk Hari Tasyrik, ibadah-ibadah pokok tetap menjadi tiang agama yang harus dijaga.

Hari Tasyrik adalah momen untuk meningkatkan kualitas ibadah kita secara keseluruhan, baik ibadah vertikal (hubungan dengan Allah) maupun ibadah horizontal (hubungan dengan sesama manusia).

Ringkasan Amalan Hari Tasyrik

Biar lebih mudah diingat, yuk kita rangkum amalan-amalan utama di Hari Tasyrik dalam tabel sederhana:

Amalan yang Dianjurkan Penjelasan
Dzikir (Takbir Mutlaq & Muqayyad) Memperbanyak mengingat Allah, terutama takbir setelah shalat fardhu dan kapan saja.
Menyembelih Kurban Kesempatan terakhir menunaikan ibadah kurban hingga matahari terbenam 13 Dzulhijjah.
Makan & Minum (Menikmati Hidangan) Menikmati rezeki Allah, terutama daging kurban, sebagai bentuk syukur.
Bersedekah & Berbagi Membagikan daging kurban dan bersedekah lainnya kepada yang membutuhkan.
Bersilaturahmi Mengunjungi keluarga, kerabat, dan tetangga untuk mempererat hubungan.
Ibadah Lainnya Tetap menjaga dan meningkatkan kualitas shalat, membaca Quran, dll.

Hari Tasyrik memang waktu yang unik. Dilarang puasa, tapi malah dianjurkan banyak hal baik lainnya. Ini menunjukkan keseimbangan dalam Islam, antara beribadah secara ritual dan berinteraksi sosial, serta antara menahan diri (saat puasa di hari-hari lain) dan menikmati karunia Allah (di hari raya dan Hari Tasyrik).

Momen ini adalah pengingat bahwa bersyukur atas nikmat Allah tidak hanya dilakukan dengan ibadah yang “berat” seperti puasa, tapi juga bisa dengan menikmati rezeki-Nya sambil terus berdzikir dan berbagi.

Yuk, manfaatkan Hari Tasyrik nanti dengan sebaik-baiknya. Perbanyak dzikir, nikmati hidangan bersama keluarga, bagikan kebahagiaan kurban, dan pererat tali silaturahmi. Semoga Allah menerima semua amalan kita di hari-hari yang penuh berkah ini.


Video Rekomendasi:

Kalau kamu mau tahu lebih dalam lagi tentang makna Hari Tasyrik dari sudut pandang para ulama, coba deh cari video ceramah singkat di YouTube dengan judul seperti “Makna Hari Tasyrik dan Amalan Utamanya”. Biasanya banyak penjelasan menarik dan mudah dipahami di sana.

[Simulasi Embed Video YouTube]
Judul Video: Makna Hari Tasyrik dalam Islam | Ustadz fulan/lembaga terpercaya
Deskripsi: Penjelasan singkat dan padat mengenai asal usul nama Hari Tasyrik, kenapa diharamkan puasa, serta amalan-amalan utama yang dianjurkan di hari tersebut berdasarkan dalil-dalil syar’i. Durasi sekitar 5-10 menit.


Nah, itu dia penjelasan lengkap tentang Hari Tasyrik. Semoga bermanfaat dan bisa menambah pemahaman kita semua ya.

Gimana nih, apakah ada pengalaman menarik saat Hari Tasyrik yang mau kamu share? Atau mungkin ada pertanyaan lain seputar hari ini? Yuk, diskusi di kolom komentar! 👇

Posting Komentar