Bocoran dari Raisa! Ini Dia Kuliner Jaksel Favoritnya, Gak Nyangka Ada Warung!

Table of Contents

kuliner jaksel favorit raisa

Siapa sih yang nggak kenal Raisa? Penyanyi bersuara emas ini selalu menarik perhatian, nggak cuma soal karir musiknya, tapi juga kehidupan sehari-hari. Nah, baru-baru ini Raisa buka-bukaan soal hal yang bikin banyak orang penasaran: kuliner favoritnya di Jakarta Selatan, atau yang akrab disapa Jaksel. Ternyata, pilihan Raisa ini cukup surprising dan menunjukkan sisi lain dari seorang bintang papan atas.

Kebiasaan unik para musisi dan penyanyi setelah konser adalah mencari tempat makan. Setelah mengeluarkan energi di atas panggung, perut pasti keroncongan, kan? Nah, pilihan tempat makannya macam-macam. Ada yang langsung nyari restoran mewah buat relaksasi, tapi nggak sedikit juga yang milih tempat makan yang santai atau bahkan warung pinggir jalan yang legendaris. Waktu makannya juga biasanya malam banget atau bahkan dini hari, menyesuaikan jam selesai manggung. Raisa pun punya kebiasaan serupa.

Tempat Makan Tengah Malam Ala Raisa di Jaksel

Istri Hamish Daud ini cerita panjang lebar soal tempat makan favoritnya di Jaksel yang buka sampai tengah malam. Curhatannya ini ia sampaikan waktu diwawancara sama akun TikTok @jekselepruv pada 29 Juni 2025. Raisa kasih ranking tiga tempat yang paling sering ia kunjungi. Hasilnya, ada yang mewah, ada juga yang sama sekali nggak terduga!

Pilihan Nomor 3: Sumi To Kome

Di urutan ketiga, Raisa menempatkan sebuah restoran Jepang bernama Sumi To Kome. Lokasinya cukup strategis, yaitu di area dekat Blok M Square. Restoran ini menawarkan konsep Modern Japanese Cuisine, jadi bukan sekadar sushi atau ramen biasa, tapi ada sentuhan modern dan unik pada menu-menunya. Raisa bilang, tempat ini jadi pilihannya karena beberapa alasan yang bikin nyaman.

“Itu makanannya enak semua, aman aja tempatnya,” kata Raisa. Baginya, penting banget nemuin tempat yang konsisten enak makanannya. Selain itu, lokasinya juga gampang dijangkau dari mana-mana. Yang bikin Raisa makin suka, Sumi To Kome punya private room. Jadi, buat dia yang butuh sedikit privasi setelah beraktivitas, private room ini sangat membantu. “Rasanya nyaman aja di situ,” tambahnya. Sumi To Kome ini buka mulai sore hari, tepatnya pukul 17.30, sampai jam 23.00 WIB, tapi perlu diingat, mereka libur di hari Senin. Pilihan yang pas buat makan malam santai setelah kesibukan.

Pilihan Nomor 2: Chong Qing Hot Pot

Bergerak ke posisi kedua, ada restoran hot pot yang jadi andalan Raisa, yaitu Chong Qing Hot Pot Hang Tuah. Lokasinya di Jalan Hang Tuah Raya. Buat Raisa, hot pot ini bukan cuma soal makan enak, tapi juga “obat” buat tenggorokan setelah nyanyi. Bayangin aja, setelah berjam-jam di panggung dengan suara kencang, tenggorokan pasti butuh sesuatu yang hangat dan menenangkan. Hot Pot, terutama yang berkuah panas, bisa jadi jawabannya.

Menu favorit Raisa di sini adalah Creamy Mala Hot Pot. Mala itu identik dengan rasa pedas dan sedikit kebas di lidah, tapi Chong Qing ini punya versi Creamy yang mungkin lebih gentle atau memberikan sensasi berbeda. “Kalo habis manggung, biasanya tenggorokan tuh perlu nourishment anget-anget gitu,” jelas ibu satu anak ini. Alasan lain yang bikin Chong Qing Hot Pot Hang Tuah ini pas buat Raisa adalah jam operasionalnya. “Dan dia bukanya sampai pagi, makanya pas banget,” tambahnya. Restoran ini memang buka setiap hari dari jam 11 siang sampai jam 4 pagi! Cocok banget buat para pekerja seni atau siapa pun yang sering beraktivitas sampai larut malam. Harga makanannya juga masih terjangkau, mulai dari Rp70 ribu.

Pilihan Nomor 1: Warung Nasi Gila Stress & Nasi Goreng N’Dut!

Nah, ini dia juaranya yang bikin kaget banyak orang! Pilihan nomor satu Raisa bukanlah restoran mewah atau tempat makan fancy, melainkan sebuah warung pinggir jalan alias kaki lima. Namanya Nasi Gila Stress & Nasi Goreng N’Dut. Ini menunjukkan bahwa selera Raisa tetap grounded dan tahu mana makanan enak, regardless tempatnya sekelas apa. Warung ini berlokasi di Jalan Gandaria 1, Kebayoran Baru.

Apa yang bikin warung ini istimewa? Raisa bilang, nasi gila di sini adalah yang terenak! Nasi gila itu sendiri adalah hidangan nasi putih yang dicampur dengan tumisan berbagai macam lauk seperti sosis, bakso, telur, ayam, dan sayuran dengan bumbu pedas manis. Ini adalah comfort food klasik Indonesia, terutama di malam hari. Uniknya, jam buka warung ini nggak bisa ditebak. “Kita nggak bisa nebak ya, kadang dia jualan, kadang dia tutup. Kita nggak tahu pasti, tapi biasanya dia buka di atas jam 10 malam,” cerita Raisa. Ini menambah kesan hidden gem dan eksklusif, karena nggak setiap saat bisa dinikmati.

Raisa punya ikatan personal dengan warung ini. Dia tahu soal kelezatan menu di sana karena memang penjualnya sudah terkenal, dan Raisa sendiri dulunya pernah tinggal di daerah tersebut. Ini menjelaskan kenapa dia bisa tahu warung kaki lima yang mungkin nggak banyak diketahui orang, tapi punya rasa juara. Saking seringnya Raisa makan di sana, penjualnya sampai hafal menu favoritnya. “Kalau aku ke sana penjualnya udah tahu menu favorit aku. Jadi tiap aku dateng nggak perlu ngomomg lagi karena penjualnya udah hapal aku biasa pesan apa,” ungkapnya sambil tersenyum. Ini cerita yang menghangatkan hati, melihat seorang bintang besar punya hubungan yang erat dengan penjual makanan langganan di pinggir jalan.

Keberadaan warung nasi gila dan nasi goreng ini di urutan teratas daftar favorit Raisa membuktikan bahwa rasa itu adalah raja. Lokasi yang sederhana nggak menghalangi kenikmatan yang ditawarkan. Nasi goreng dan nasi gila adalah hidangan yang sangat merakyat, mudah ditemukan di mana-mana, namun punya cita rasa khas yang seringkali bikin ketagihan. Bumbu rempah yang kaya, aroma wajan panas saat dimasak, dan porsi yang mengenyangkan menjadikan menu ini pilihan tepat buat mengisi perut setelah aktivitas berat seperti manggung. Raisa menunjukkan bahwa di balik glamornya dunia hiburan, dia tetap menghargai kelezatan otentik dari kuliner lokal, bahkan yang dijual di pinggir jalan. Ini bisa jadi inspirasi buat kita semua untuk nggak meremehkan street food dan selalu terbuka mencoba berbagai jenis kuliner.

Petualangan Kuliner Raisa di Manila

Selain cerita soal Jaksel, Raisa juga sempat berbagi pengalaman kulinernya di luar negeri. Ia pernah mampir ke Manila, Filipina, untuk sebuah proyek bersama Christian Bautista, penyanyi terkenal asal Filipina. Christian mengajak Raisa menjelajahi berbagai jajanan manis khas Filipina. Ternyata, ada beberapa camilan Filipina yang punya kemiripan dengan kudapan Indonesia, lho.

Raisa membagikan momen ini melalui konten di akun TikTok pribadinya @raisa6690 (dan juga diunggah ulang di platform lain seperti Instagram), pada Rabu, 19 Februari 2025. Dalam video tersebut, Raisa dan Christian tampak seru mencoba satu per satu camilan yang disajikan. Christian menjelaskan setiap camilan, sementara Raisa memberikan reaksinya.

Salah satu camilan yang mereka coba adalah Taho, yang mirip dengan sari kedelai di Indonesia. Kemudian ada Halo-halo, es campur ala Filipina yang isinya aneka macam, mulai dari buah-buahan, kacang merah manis, nata de coco, ube (talas ungu), custard, es serut, susu evaporasi, sampai es krim. Ada juga Puto Bumbong, sejenis kue beras ungu yang dikukus dalam tabung bambu dan biasanya disajikan dengan gula dan kelapa parut.

Yang menarik perhatian Raisa adalah Suman. Suman ini adalah kue beras ketan yang dimasak dalam santan, lalu dibungkus daun kelapa atau daun pisang, mirip lontong atau leupeut di Indonesia. Saat mencobanya, Raisa diajari Christian cara makannya, yaitu dengan dicocol saus manis. Raisa langsung bilang, “I love it!” Dia juga langsung sadar, makanan ini “Sangat mirip lupis Indonesia!” Lupis sendiri adalah kue ketan yang disajikan dengan kelapa parut dan siraman gula merah cair. Kemiripan antara Suman dan Lupis ini menunjukkan betapa kaya dan beragamnya kuliner di Asia Tenggara, seringkali dengan akar yang sama.

Reaksi Raisa saat mencoba Suman sangat positif, ia menunjukkan ekspresi terkejut dan mengaku sangat menyukainya. Dia bahkan memberi nilai tinggi untuk Suman, yaitu 9,5 dari 10. Nilai ini lumayan tinggi, bahkan lebih tinggi dari nilai yang dia berikan untuk Halo-halo. Meskipun Halo-halo tampak menarik dengan isiannya yang beragam, tampaknya Suman lebih cocok di lidah Raisa, mungkin karena tekstur dan rasanya yang familiar seperti Lupis.

Namun, ada satu lagi camilan yang ternyata paling disukai Raisa di antara semuanya. Jajanan itu adalah Bibingka. Bibingka adalah kue beras panggang khas Filipina, biasanya dimasak di atas bara api dengan alas daun pisang, memberikan aroma khas. Rasanya manis gurih dengan tekstur lembut. Raisa terlihat sangat menikmati Bibingka, suap demi suap. Menurutnya, penganan ini akan sangat cocok jika dinikmati bersama kopi. Saking sukanya, Raisa memberikan nilai sempurna untuk Bibingka, yaitu 10 dari 10! Ini jelas jadi highlight kuliner Filipina baginya.

Pengalaman kuliner Raisa di Filipina ini menunjukkan betapa menariknya menjelajahi makanan di negara lain dan menemukan kemiripan atau perbedaan dengan kuliner tanah air. Ini juga menambah bukti bahwa Raisa memang punya ketertarikan yang besar terhadap dunia kuliner, nggak cuma di Indonesia tapi juga saat bepergian. Menemukan “obat” tenggorokan berupa hot pot hangat setelah konser, atau bernostalgia dengan rasa yang mirip lupis di negara tetangga, atau bahkan menemukan surga dessert baru seperti Bibingka, semua ini jadi bagian dari petualangan rasa Raisa.

Jadi, buat kalian yang tinggal atau sering ke Jaksel, mungkin bisa nih coba mampir ke tempat-tempat favorit Raisa tadi. Siapa tahu, kalian juga bisa jadi langganan dan penjualnya sampai hafal pesanan kalian, seru kan? Dan buat yang penasaran sama jajanan Filipina, mungkin bisa mulai cari tempat yang jual Taho, Halo-halo, Suman, atau Bibingka di kota kalian. Pengalaman Raisa membuktikan, kuliner enak itu ada di mana-mana, dari restoran mewah sampai warung pinggir jalan, dan bahkan di negara tetangga.

Gimana, kalian sudah pernah coba salah satu tempat atau makanan favorit Raisa ini? Atau malah punya rekomendasi kuliner malam di Jaksel lainnya? Share di kolom komentar ya!

Posting Komentar