MPLS 2025 Lancar? Ini 9 Contoh Laporan SD, SMP, SMA Buat Inspirasi!
Laporan Masa Pengenalan Lingkungan Satuan Pendidikan (MPLS) untuk Tahun Ajaran 2025/2026 itu penting banget, lho. Biasanya, laporan ini dibikin oleh panitia sebagai bentuk evaluasi dan dokumentasi dari semua kegiatan MPLS yang sudah berjalan. Makanya, punya contoh laporan MPLS 2025 yang lengkap bisa jadi referensi berharga buat para panitia. Dengan begitu, kamu bisa punya gambaran yang jelas sebelum mulai menyusun laporanmu sendiri.
MPLS sendiri adalah kegiatan pertama yang bakal disambut sama peserta didik baru di sekolah. Tujuannya beragam, mulai dari mengenalkan siswa pada warga sekolah, kurikulum, sampai lingkungan tempat belajar mereka. Jadi, lewat MPLS ini, siswa baru bisa lebih nyaman dan akrab dengan suasana sekolah yang baru.
Selain itu, MPLS juga bertujuan supaya setiap peserta didik mendapatkan pengalaman belajar yang bermakna dan menyenangkan. Ini penting banget untuk memperkuat karakter dan profil lulusan mereka ke depannya. Dengan begitu, MPLS bukan cuma sekadar kegiatan rutin, tapi punya dampak besar bagi perkembangan siswa.
Pentingnya Laporan MPLS sebagai Evaluasi dan Dokumentasi¶
Kegiatan MPLS ini super penting, bukan cuma buat peserta didik, tapi juga buat sekolah atau satuan pendidikan itu sendiri. MPLS membantu siswa baru beradaptasi dan merasa diterima di lingkungan belajar mereka. Bagi sekolah, ini adalah kesempatan pertama untuk membentuk kesan positif dan memperkenalkan budayanya.
Salah satu bentuk evaluasi dan dokumentasi penyelenggaraan MPLS yang penting adalah laporannya. Laporan ini berfungsi sebagai catatan resmi tentang apa saja yang sudah dilakukan, siapa saja yang terlibat, dan bagaimana hasilnya. Nantinya, laporan ini bisa jadi bahan pertimbangan untuk MPLS di tahun-tahun berikutnya agar lebih baik lagi.
Jadi, kalau kamu kebagian tugas bikin laporan MPLS 2025, jangan panik! Ada banyak contoh yang bisa kamu jadikan panduan. Contoh-contoh ini akan memberikan gambaran lengkap tentang format dan isi yang biasanya ada dalam laporan MPLS. Simak baik-baik rangkuman contoh laporan MPLS berikut ini, ya!
Kumpulan Contoh Laporan MPLS 2025 untuk Berbagai Jenjang¶
Berikut ini adalah beberapa contoh laporan MPLS yang dihimpun dari berbagai sumber terpercaya. Mulai dari tingkat SD, SMP, hingga SMA, semuanya lengkap agar bisa jadi panduan buat panitia atau pihak sekolah. Semoga contoh-contoh ini bisa sangat membantu tugasmu!
Contoh Laporan MPLS 2025 SD¶
Tingkat sekolah dasar punya pendekatan yang unik dalam MPLS. Laporan mereka cenderung menekankan pada pengenalan lingkungan yang ramah dan pembentukan karakter dasar.
1. Laporan MPLS SD Stella Maris BSD¶
Laporan MPLS SD Stella Maris BSD untuk tahun 2021/2022 ini dibuat dengan sangat terperinci. Meskipun saat itu kegiatan dilakukan secara virtual, laporan ini menunjukkan betapa komprehensifnya perencanaan dan pelaksanaannya. Mereka bahkan mengklaim acara tatap maya tersebut tetap berdampak positif dan menyenangkan bagi peserta didik.
Kata Pengantar:
Laporan ini diawali dengan puji syukur atas kelancaran kegiatan MPLS 2021/2022 yang sesuai rencana. Mereka menekankan bahwa meskipun virtual, acara yang dikemas dengan baik ini memberikan kesan menyenangkan. Tema yang diangkat, “Menggali Potensi Diri Menjadi Pribadi yang Peduli”, sangat selaras dengan tagline sekolah, “I am a Stellamarian, I am a Caring Person”.
Susunan Panitia:
Panitia MPLS SD Stella Maris BSD dipimpin oleh Cisilia Tutut Susanti sebagai Penanggung Jawab, serta Tatik Trihandayani dan Evi Forandari sebagai Ketua. Mereka juga melibatkan berbagai sie, seperti Acara, Perlengkapan, IT, dan Dokumentasi. Tim IT punya peran besar dalam pembuatan video profil sekolah, perkenalan guru, tata tertib PJJ, dan kegiatan ekstrakurikuler.
Tujuan MPLS:
Ada lima poin utama tujuan MPLS ini. Pertama, membantu peserta didik baru mengenal lingkungan sekolah meski belajar dari rumah. Kedua, mengarahkan mereka mengenali potensi diri dan menumbuhkan karakter peduli. Ketiga, memperkenalkan dan menanamkan 9 karakter SD Stella Maris yang menjadi nilai inti sekolah. Keempat, membangun semangat “I am a Stellamarian I am a Caring Person”. Terakhir, memotivasi peserta didik untuk membangun New Mindset, New Habit, New Creation meskipun di masa pandemi.
Tempat & Waktu:
MPLS ini dilakukan secara online melalui Zoom Cloud Meeting pada tanggal 12-15 Juli 2021. Kegiatan berlangsung setiap hari dari pukul 07.45 hingga 10.00. Seluruh peserta didik SD Stella Maris dari kelas 1 sampai 6, dengan total 365 siswa, ikut berpartisipasi dalam kegiatan ini.
Rangkaian Kegiatan:
Kegiatan MPLS berlangsung selama 4 hari dan dikemas dengan sangat menarik. Hari pertama diawali upacara pembukaan virtual yang melibatkan siswa SD dan TK sebagai petugas. Setelah itu, siswa masuk ke link wali kelas masing-masing untuk perkenalan, menonton video lingkungan sekolah, serta mengenal guru dan karyawan.
Hari kedua, siswa diajak menonton video kegiatan ekstrakurikuler. Kelas 1 dan 2 membuat kreasi topi nama, sementara kelas 2 menonton video tentang karakter peduli. Kelas 3 dan 4 mengikuti seminar “Karakter Peduli” dengan pembicara orang tua murid. Sementara itu, kelas 5 dan 6 mengadakan talk show dengan alumni sukses yang bekerja di Google Australia, berbagi tips meraih sukses.
Pada hari ketiga, berbagai kegiatan untuk menanamkan karakter peduli diadakan. Ini termasuk membuat pohon karakter, poster caring person, dan menonton film bertema kepedulian. Kelas 5 dan 6 membahas penanaman karakter peduli dan persiapan belajar di kelas atas, termasuk persiapan menuju US. Informasi mengenai tata tertib selama PJJ juga disampaikan untuk menanamkan karakter disiplin.
Hari keempat, semua peserta didik mengikuti seminar tentang 9 karakter SD Stella Maris bersama narasumber dari PT.Ethos, Logos, Pathos. Kelas 1-3 melanjutkan dengan bermain peran tentang karakter yang sudah dipelajari. Sedangkan kelas 4-6 berdiskusi di breakout room lalu mempresentasikannya di main room. Kegiatan MPLS ini ditutup dengan testimoni peserta didik dan nonton bersama video kegiatan MPLS yang telah didokumentasikan.
Penutup:
Laporan ini berfungsi sebagai pertanggungjawaban kepada Sekolah Stella Maris dan semua pihak yang terlibat. Mereka menyampaikan terima kasih kepada tim leader, tim guru, seluruh peserta didik, dan para orang tua murid atas kerja sama yang baik. Sinergitas yang terjalin menghasilkan acara dan kegiatan yang sangat bermakna bagi peserta didik SD Stella Maris.
2. MPLS SDN Tandang 03¶
Laporan MPLS SDN Tandang 03 ini cukup ringkas namun jelas dalam menyampaikan informasi inti. MPLS di sekolah ini berlangsung selama dua minggu, menunjukkan komitmen sekolah dalam memperkenalkan lingkungan kepada siswa baru secara bertahap. Ini mencakup pengenalan program, sarana dan prasarana, cara belajar, serta pembinaan awal kultur sekolah.
Total 56 siswa diterima di SDN Tandang 03 pada tahun ajaran tersebut. Kegiatan yang dilaksanakan mencakup berbagai aspek pengenalan. Laporan ini juga dilengkapi dengan jadwal kegiatan MPLS Kelas 1 yang detail dan foto upacara pembukaan sebagai dokumentasi visual.
3. Laporan MPLS Ramah SD Negeri Bumi Ceria¶
Laporan ini berasal dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Purwosari untuk SD Negeri Bumi Ceria. Laporan ini menekankan konsep “MPLS Ramah” sesuai panduan Kemendikdasmen, yang berfokus pada kegiatan edukatif, inklusif, dan mendukung karakter. Hal ini bertujuan untuk menumbuhkan karakter sesuai Gerakan 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat (7KAIH).
Latar Belakang:
Panduan MPLS Ramah dari Kemendikdasmen menetapkan lima hari kegiatan yang edukatif, inklusif, dan mendukung karakter siswa. Konsep 7KAIH menjadi fokus utama dalam kegiatan ini.
Tujuan:
MPLS ini bertujuan menumbuhkan karakter 7KAIH pada siswa baru. Selain itu, kegiatan ini juga membina interaksi positif dengan warga sekolah, serta mengenalkan sarana, lingkungan sekitar, visi-misi, kurikulum, ekstrakurikuler, dan budaya sekolah.
Waktu & Tempat:
Kegiatan berlangsung dari Senin hingga Jumat, 14-18 Juli 2025, dari pukul 07.00-11.00 WIB. Lokasinya di lingkungan SD Negeri Bumi Ceria sendiri.
Peserta & Panitia:
Peserta MPLS adalah 80 siswa kelas I. Panitia terdiri dari Kepala Sekolah, 8 guru, dan 16 siswa kelas IV-VI sebagai pendamping. Ini menunjukkan adanya partisipasi siswa senior dalam membimbing adik-adik barunya.
Susunan Panitia:
Penanggung Jawab adalah Ibu D. Sri Handayani, S.Pd (Kepala Sekolah), dengan Bapak A. Yudha Pratama, S.Pd sebagai Ketua. Susunan panitia juga mencakup Sekretaris, Bendahara, serta berbagai Sie seperti Acara, Dokumentasi, Konsumsi, Kesehatan, dan Keamanan.
Rangkaian Kegiatan:
* Hari 1: “Sekolahku Ramah dan Menyenangkan” - Diawali Pertemuan Pagi Ceria (senam, lagu kebangsaan, doa), penumbuhan 7KAIH melalui cerita dan senam, tur lingkungan sekolah, dan refleksi.
* Hari 2: “Aku dan Teman Baruku” - Pagi Ceria, ice-breaking untuk mengenal teman dan guru, pengenalan profil lulusan dan budaya sekolah, serta refleksi.
* Hari 3: “Aku Peduli Lingkungan” - Pagi Ceria, kerja bakti di halaman sekolah, pengenalan lingkungan sekitar (kelurahan), dan refleksi.
* Hari 4: “Hidup Bersih & Sehat” - Pagi Ceria, cek kesehatan, sosialisasi K3, edukasi makan sehat, dan pencegahan isu sosial seperti NAPZA atau judi online, ditutup dengan refleksi.
* Hari 5: “Pengenalan Ekstra dan Penutupan” - Pagi Ceria, pengenalan intrakurikuler, kokurikuler, dan ekstrakurikuler. Dilanjutkan dengan peneguhan komitmen sekolah ramah, serta penutupan gerak dan refleksi.
Hasil & Evaluasi:
Hasilnya menunjukkan bahwa siswa aktif dan nyaman mengikuti rangkaian kegiatan, serta menunjukkan karakter 7KAIH. Terjalin interaksi positif dengan warga sekolah, dan guru mendapatkan gambaran karakter siswa baru. Evaluasi menegaskan bahwa semua kegiatan sesuai prinsip MPLS Ramah, tanpa pemaksaan atau tugas tidak relevan.
Penutup:
Laporan ini disusun sebagai dokumentasi MPLS Ramah di SD Negeri Bumi Ceria. Ucapan terima kasih disampaikan kepada semua pihak yang telah mendukung. Laporan ini ditandatangani oleh Ketua Panitia, A. Yudha Pratama, S.Pd.
Contoh Laporan MPLS 2025 SMP¶
MPLS di jenjang SMP mulai menyoroti kemandirian dan kesadaran diri siswa. Laporannya seringkali lebih detail dalam aspek materi dan evaluasi.
1. Laporan MPLS SMP Negeri 22 Surabaya¶
Laporan MPLS SMP Negeri 22 Surabaya Tahun Pelajaran 2023/2024 ini memberikan gambaran jelas mengenai pelaksanaan kegiatan. MPLS ini bertujuan memperkenalkan peserta didik baru pada semua hal yang berhubungan dengan sekolah. Perkenalan tersebut bukan hanya sebatas antar murid baru atau dengan kakak kelas serta guru, tetapi juga pada komponen lain seperti program, sarana dan prasarana sekolah, cara belajar, penanaman konsep pengenalan diri, dan pembinaan awal kultur sekolah.
Pelaksanaan:
* Pra-MPLS: Dilaksanakan pada Senin, 17 Juli 2023. Rincian kegiatannya meliputi pengarahan oleh Waka Kesiswaan dan pembentukan gugus. Siswa juga diajak latihan PBB dan gladi bersih upacara pembukaan MPLS, serta pengenalan pendamping gugus dan tepuk PPK (Penguatan Pendidikan Karakter). Selain itu, mereka diperkenalkan dengan Mars SMPN 22 Surabaya untuk menumbuhkan rasa cinta sekolah dan tepuk PPP (Profil Pelajar Pancasila) untuk mengenalkan dimensi profil pelajar Pancasila. Informasi kegiatan MPLS dan pembuatan Twibbon juga dilakukan, ditutup dengan pembiasaan sholat berjamaah.
* MPLS Hari Ke-1: Dilaksanakan pada Selasa, 18 Juli 2023. Dimulai dengan Upacara Pembukaan oleh Ibu Kepala Sekolah. Dilanjutkan dengan sosialisasi Bahaya Narkoba oleh Kepala BNN, pengerjaan soal Pretest MPLS 2023 via Google Form, dan penyampaian materi Wawasan Wiyata Mandala. Selain itu ada juga materi Kesadaran Berbangsa dan Bernegara, serta cara belajar efektif. Pengenalan program sekolah dan menghafalkan Mars SMP Negeri 22 Surabaya via YouTube juga menjadi bagian penting. Pembuatan yel-yel gugus serta pendataan prestasi siswa oleh kakak pendamping gugus juga dilakukan. Kegiatan hari pertama ditutup dengan pembiasaan sholat berjamaah.
Laporan ini juga dilengkapi dengan lampiran foto selama kegiatan Pra-MPLS dan MPLS Hari ke-1 sebagai bukti dokumentasi visual. Hal ini membantu pembaca mendapatkan gambaran lebih nyata tentang jalannya acara.
2. Laporan MPLS SMP Negeri 22 Bandung¶
Laporan ini disusun oleh SMP Negeri 22 Bandung untuk tahun pelajaran 2021-2022. Laporan ini sangat detail, terutama karena dilaksanakan di tengah pandemi Covid-19 dan penerapan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) darurat. Tema yang diusung adalah “Walau Pandemi tetap Berkreasi, dengan MPLS Mari Gali Potensi Diri”.
Latar Belakang:
MPLS ini bertujuan mendukung proses pembelajaran sesuai tujuan pendidikan nasional, dengan kegiatan edukatif dan kreatif. Pandemi Covid-19 mengubah PJJ menjadi daring, sehingga MPLS pun diselenggarakan secara virtual. Ini memastikan kesehatan dan keamanan peserta didik dari penularan Covid-19.
Landasan Hukum:
Laporan ini mengacu pada berbagai dasar hukum, termasuk Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional dan Permendikbud Nomor 18 Tahun 2016 tentang Pengenalan Lingkungan Sekolah bagi peserta didik baru. Juga, SKB 4 Menteri tentang Panduan Penyelenggaraan Pembelajaran Tahun 2020 dan Peraturan Walikota Bandung terkait pandemi menjadi acuan penting.
Tujuan:
Mengacu pada Permendikbud Nomor 18 tahun 2016, tujuan MPLS ini meliputi mengenali potensi diri peserta didik baru, membantu adaptasi dengan lingkungan sekolah dan sekitarnya (keamanan, fasilitas, sarana), menumbuhkan motivasi dan cara belajar efektif, mengembangkan interaksi positif, serta menumbuhkan perilaku positif (kejujuran, kemandirian, menghargai, disiplin, hidup bersih dan sehat).
Waktu Pelaksanaan:
MPLS Kelas VII dilaksanakan selama 5 hari, dari Senin, Rabu hingga Sabtu, 19, 21 s.d 24 Juli 2021. Waktunya cukup panjang, dari pukul 07.00 hingga 16.00 WIB.
Peserta & Susunan Panitia:
Pesertanya adalah seluruh peserta didik baru kelas VII, yang terdiri dari 8 rombongan belajar. Susunan panitia mencakup Penanggung Jawab, Pengarah, Ketua, Sekretaris, Bendahara, PPID, dan anggota.
Konsep Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah:
Kegiatan MPLS ini dibagi menjadi beberapa aspek penting. Pertama, mengenali potensi diri peserta didik melalui pengisian biodata via Google Form dan pengenalan melalui media virtual. Kedua, membantu adaptasi dengan lingkungan sekolah, termasuk pengenalan warga sekolah (kepala sekolah, pendidik, tendik), visi-misi, lagu sekolah, kegiatan pembiasaan, cara belajar, dan tata tertib. Juga, pengenalan fasilitas sarana dan prasarana melalui video virtual.
Ketiga, menumbuhkan motivasi dan cara belajar efektif, dengan memberikan motivasi dan informasi penggunaan media belajar daring seperti Google Classroom dan Gmail sekolah. Keempat, mengembangkan interaksi positif antarpeserta didik dan warga sekolah lainnya, melalui pembiasaan salam, senyum, sapa, sopan, dan santun. Kelima, menumbuhkan perilaku positif seperti kejujuran, kemandirian, dan gotong royong, termasuk penanaman akhlak dan karakter, serta pengenalan kegiatan keagamaan dan literasi.
Strategi Pelaksanaan:
Pelaksanaan MPLS ini memanfaatkan berbagai teknologi informasi seperti Zoom, Google Classroom, Google Form, dan grup WhatsApp. Kegiatan dapat dilakukan secara virtual langsung (live), record course, atau gabungan keduanya. Jenis kegiatannya berupa pematerian oleh narasumber, pengenalan kondisi sekolah, penyampaian informasi terkait pembelajaran daring, penguatan karakter, diskusi, tanya jawab, penugasan, hingga evaluasi.
Setelah MPLS daring, panitia mengevaluasi dan menilai hasil capaian serta tugas peserta didik. Teknik penilaian menggunakan observasi, partisipasi, unjuk kerja, tes tertulis, dan angket. Instrumen yang digunakan harus mampu mengukur kemampuan peserta didik saat kegiatan daring.
Instrumen Evaluasi:
Penilaian dalam laporan ini mencakup kegiatan spiritual dan sosial. Kegiatan spiritual disesuaikan dengan keyakinan peserta didik, dipantau orang tua, dan dinilai dari ibadah tepat waktu, sholat Dhuha, serta membaca Kitab Suci. Penilaian keterampilan sikap sosial dilakukan oleh wali kelas sebagai pembimbing kelompok. Aspek penilaian meliputi disiplin dan tanggung jawab, seperti kehadiran tepat waktu, kepatuhan pada tata tertib, mengikuti pematerian, serta mengerjakan dan mengumpulkan tugas sesuai petunjuk.
Penutup:
Laporan ini menyimpulkan bahwa kegiatan MPLS secara daring tahun 2021-2022 berhasil dilaksanakan. Diharapkan setelah mengikuti kegiatan ini, peserta didik SMP Negeri 22 Bandung dapat mengenali potensi diri, meningkatkan kompetensi, dan terus semangat belajar.
3. Laporan MPLS Ramah SMP Negeri Gunung Sari¶
Laporan ini berasal dari Dinas Pendidikan Kabupaten Gunung Sari untuk SMP Negeri Gunung Sari. MPLS di sini juga berpegang pada konsep “MPLS Ramah” yang inklusif, edukatif, dan partisipatif, dilaksanakan selama lima hari dengan enam prinsip utama: ramah, edukatif, inklusif, partisipatif, fleksibel, dan aman.
Latar Belakang & Tujuan:
MPLS Ramah ini bertujuan memperkenalkan lingkungan sekolah secara nyaman dan berkarakter. Tujuannya meliputi menumbuhkan karakter Pelajar Pancasila melalui Gerakan 7 Kebiasaan & Pertemuan Pagi, mengenal warga sekolah (guru, tendik, OSIS), pengenalan sarana-prasarana dan lingkungan sekitar, serta menyampaikan visi-misi, kurikulum, ekstrakurikuler, dan budaya sekolah. Tak ketinggalan, pencegahan isu sosial seperti kekerasan, NAPZA, dan judi online juga menjadi fokus.
Waktu & Tempat:
Kegiatan berlangsung dari Senin hingga Jumat, 14-18 Juli 2025, dari pukul 07.00-13.00 WIB, di lingkungan SMP Negeri Gunung Sari.
Peserta & Panitia:
Pesertanya adalah 140 siswa baru Kelas VII. Panitia terdiri dari Kepala Sekolah, 25 guru, dan 30 anggota OSIS, menunjukkan kolaborasi antar warga sekolah.
Susunan Panitia:
Penanggung Jawab adalah Ibu Dra. N. Wulandari, M.Pd, dengan Bapak H. Teguh Ramadhan, S.Pd sebagai Ketua. Panitia juga mencakup Sekretaris, Bendahara, serta berbagai Sie seperti Acara, Dokumentasi, Konsumsi, Kesehatan, dan Keamanan.
Rangkaian Kegiatan:
* Hari ke-1: Gerakan 7KAIH & Pertemuan Pagi Ceria, tur sarana-prasarana, pengenalan guru & siswa, dan refleksi pagi.
* Hari ke-2: Ice-breaking & pengenalan warga sekolah, penguatan karakter Pelajar Pancasila, pembacaan profil lulusan, dan refleksi.
* Hari ke-3: Bakti sosial (lingkungan), edukasi pencegahan kekerasan, NAPZA, judi online, pengenalan lingkungan sekitar, dan refleksi.
* Hari ke-4: Pengantar kurikulum intrakurikuler & kokurikuler, pengenalan ekskul & budaya sekolah, dan refleksi.
* Hari ke-5: Pengenalan visi-misi & tujuan sekolah, asesmen literasi & numerasi awal, peneguhan komitmen, dan penutupan.
Hasil & Evaluasi:
Hasil menunjukkan siswa aktif mengikuti dan menunjukkan karakter Pelajar Pancasila. Interaksi positif antara siswa dengan guru & OSIS tercapai. Siswa juga memahami sarana-prasarana, kultur sekolah, dan kesiapan belajar awal. Evaluasi menegaskan bahwa kegiatan sesuai prinsip MPLS Ramah: inklusif, edukatif, tanpa perundungan, dengan pengawasan guru memadai.
Penutup:
Laporan ini disusun sebagai dokumentasi resmi dan bentuk akuntabilitas. Terima kasih disampaikan kepada semua pihak atas dukungan yang luar biasa. Laporan ini ditandatangani oleh Ketua Panitia, H. Teguh Ramadhan, S.Pd.
Contoh Laporan MPLS 2025 SMA¶
Pada jenjang SMA, MPLS biasanya fokus pada persiapan akademik yang lebih tinggi dan pembentukan karakter kepemimpinan. Laporannya pun seringkali lebih formal dan berorientasi pada hasil.
1. Laporan MPLS SMA Jambi 2019¶
Laporan ini berasal dari SMA Jambi untuk MPLS tahun 2019. Laporan ini memberikan panduan menyeluruh tentang penyelenggaraan MPLS, yang dirancang untuk menjembatani siswa mengenal berbagai kekhususan jenjang pendidikan baru. Ini mencakup lingkungan fisik, sosial, maupun program belajar.
Kata Pengantar:
Setiap jenjang pendidikan memiliki ciri khusus yang membedakannya. MPLS diadakan untuk menjembatani siswa agar mengenal berbagai kekhususan dari jenjang pendidikan barunya. Ini termasuk lingkungan fisik, lingkungan sosial, dan program belajar. Pedoman Pembinaan MPLS ini dibuat untuk memudahkan penyelenggaraan di SMA Negeri 9 Kota Jambi.
Dasar Pelaksanaan:
Dasar hukumnya sangat lengkap, mencakup Permendikbud Nomor 18 Tahun 2016 tentang Pengenalan Lingkungan Sekolah, Permendikbud Nomor 82 Tahun 2015 tentang Pencegahan dan Penanggulangan Tindak Kekerasan, serta berbagai undang-undang dan peraturan terkait pendidikan dan pembinaan kesiswaan. Rapat OSIS dan Surat Keputusan Kepala Sekolah juga menjadi dasar penting.
Tujuan Kegiatan:
Tujuan utama MPLS ini adalah memberikan bekal awal dan kesiapan setara pada siswa dalam menguasai dasar-dasar sains di jenjang SMA. Kegiatan ini juga mendorong siswa untuk bersikap dan bertindak positif (budi pekerti). Selain itu, MPLS membantu siswa baru berakselerasi dengan lingkungan, beradaptasi dengan teman dan guru, serta fisik bangunan sekolah. Pengenalan kurikulum, kegiatan ekstrakurikuler unggulan, dan pencegahan kekerasan serta rokok di lingkungan sekolah juga menjadi fokus.
Manfaat Kegiatan:
Kegiatan ini bermanfaat untuk memberikan bekal kepada siswa baru dalam mengenal lingkungan sekolah (SMA Negeri 9 Kota Jambi). Selain itu, kegiatan ini juga menumbuhkan kecintaan terhadap lingkungan sekolah, disertai pengamalan materi yang diberikan.
Waktu dan Tempat Pelaksanaan:
Kegiatan dilaksanakan selama empat hari, dari Minggu hingga Rabu, 14-17 Juli 2019, di SMA Negeri 9 Kota Jambi.
Peserta Kegiatan:
Peserta MPLS ini adalah calon siswa baru SMA Negeri 9 Kota Jambi tahun pelajaran 2019-2020, dengan total 252 siswa.
Kepanitiaan & Narasumber:
Kepanitiaan terdiri dari 43 siswa senior dan 16 guru. Narasumber berasal dari internal SMA Negeri 9 Kota Jambi yang kompeten, serta pihak eksternal seperti Tenaga Kesehatan dari Puskesmas Payo Selincah, Kepolisian Jambi Timur, Koramil, dan BNN Yayasan SIKIOK. Siswa senior juga turut menjadi narasumber untuk materi yang sesuai.
Kegiatan:
Kegiatan bersifat pembelajaran, difokuskan pada pengenalan lingkungan sekolah, pencegahan dan penanggulangan tindakan kekerasan, penumbuhan budi pekerti, bahaya narkoba, tertib lalu lintas, perilaku hidup bersih, reproduksi remaja, dan kesehatan. Selain itu, sekolah juga menegaskan diri sebagai kawasan tanpa rokok. Jadwal kegiatan yang detail juga dilampirkan.
Anggaran Kegiatan:
Anggaran MPLS menggunakan pendekatan ekonomis, efektif, dan efisien. Sumber dana berasal dari Dana BOS dan Dana OSIS. Detail pengeluaran dana dilampirkan dalam laporan.
Sarana Belajar:
Sarana belajar dibagi menjadi fisik (untuk mendukung proses MPLS) dan non-fisik (untuk menjadi petunjuk dan pengendali pencapaian tujuan). Sarana fisik membantu kelancaran kegiatan, sementara sarana non-fisik memandu siswa dalam memahami nilai-nilai yang disampaikan.
Kesimpulan & Saran:
Laporan ini menyimpulkan bahwa pedoman MPLS sangat membantu penyelenggaraan kegiatan di SMA Negeri 9 Kota Jambi. Diharapkan MPLS ini dapat membantu sekolah meningkatkan kualitas sumber daya manusia sebagai pembinaan awal kultur sekolah yang kondusif. Saran dan kritik dari semua unsur masyarakat sangat diharapkan untuk perbaikan di masa mendatang.
2. Laporan MPLS SMAS Kristen YPKPM Ambon¶
Laporan MPLS SMAS Kristen YPKPM Ambon tahun 2020-2021 ini sangat relevan dengan kondisi pandemi. MPLS ini mengusung tema “Belajar dari COVID-19, Anak Beta Cerdas Digital (ABCD), SMASKRIS Mandiri Menuju SMASKRIS Bermutu”. Pendekatan virtual menjadi kunci utama dalam pelaksanaannya.
Latar Belakang:
MPLS ini mengacu pada Permendikbud Nomor 18 Tahun 2016. Di tengah pandemi Covid-19, setiap sesi materi MPLS selalu disisipkan materi penguatan tentang Covid-19. Berdasarkan keputusan bersama 4 Menteri dan kondisi daerah (kategori kuning, orange, merah dilarang tatap muka), MPLS dilaksanakan secara virtual menggunakan platform Google Meet, dengan mekanisme berkelompok.
Dasar Hukum:
Dasar hukumnya mencakup Undang-undang Nomor 20 Tahun 2003, berbagai Peraturan Pemerintah, Peraturan Menteri Pendidikan Nasional, serta Keputusan Bersama Mendikbud dan kementerian terkait tentang Panduan Penyelenggaraan Pembelajaran di masa pandemi. Siaran Pers Kemdikbud dan Peraturan Walikota Ambon juga menjadi acuan.
Tujuan Pelaksanaan:
Tujuan MPLS ini antara lain memperkenalkan sekolah (visi, misi, tata tertib), sekolah ramah anak, mendorong adaptasi siswa baru agar KBM berjalan baik, menumbuhkembangkan rasa percaya diri melalui pendidikan karakter pramuka, mengembangkan nilai karakter dan praktik baik, meningkatkan pengetahuan siswa dalam penguasaan Google Suite Education, serta meningkatkan pemahaman tentang pandemi Covid-19.
Waktu dan Tempat:
MPLS dibagi dalam dua kategori:
* Pra-MPLS: Dilaksanakan tanggal 26 Juni - 3 Juli 2020, dengan muatan materi Penguatan Google Suite Education. Diawali Rapat Bersama Orang Tua/Wali secara berkelompok pada 4 Juli 2020. Pelaksanaannya di SMA Kristen YPKPM secara physical meeting (tatap muka) berkelompok (15-17 orang per kelompok) dengan protokol kesehatan ketat.
* MPLS: Dilaksanakan selama 3 hari (6, 7, 8 Juli 2020) secara virtual/online menggunakan platform Google Meet.
Peserta:
Seluruh peserta didik yang telah lulus tes seleksi berjumlah 191 siswa, terdiri dari minat IPA (115 siswa) dan IPS (76 siswa).
Narasumber dan Fasilitator:
Narasumber berasal dari internal sekolah (Kepala Sekolah, Wakil Kepala Sekolah, Pembina OSIS, Guru Kesenian, Tim Media) dan eksternal (TIM Disciples Of Christ).
Biaya Kegiatan:
Seluruh biaya kegiatan MPLS sepenuhnya bersumber dari Dana Bantuan Operasional Siswa Nasional (BOSNAS) Tahun 2020.
Wali Kelas Pendamping/Coaching:
Wali kelas pendamping adalah guru yang telah ditetapkan dalam Surat Keputusan Kepala Sekolah untuk membimbing kelompok siswa baru.
Struktur Program, Strategi Pelaksanaan, dan Jadwal Kegiatan:
Laporan ini merinci struktur program, strategi pelaksanaan, dan jadwal kegiatan secara lengkap, meskipun tidak semua detailnya disediakan dalam teks input. Namun, dapat diasumsikan bahwa bagian ini menjelaskan alur kegiatan, materi per sesi, serta metode yang digunakan untuk memastikan MPLS berjalan efektif secara virtual.
Hasil Kegiatan MPLS:
* Kehadiran Peserta Didik: Laporan mencatat kehadiran peserta didik, dengan 170 peserta pada hari pertama dan kedua, serta 165 peserta pada hari ketiga dari total 191 peserta tercatat. Ini menunjukkan tingkat partisipasi yang tinggi meskipun dilakukan secara virtual.
* Materi Penyajian: Materi yang disampaikan, termasuk Pra-MPLS, PLS, kurikulum sekolah, dan peraturan akademik, mendapat respons positif dari siswa dengan banyak pertanyaan yang diajukan. Siswa baru sangat antusias dan memberikan respons positif pada proses belajar daring/online, serta memiliki rasa ingin tahu yang tinggi terhadap program-program sekolah.
Kesimpulan dan Saran:
Kesimpulan: MPLS penting dilaksanakan oleh sekolah bagi peserta didik baru, dan pelaksanaan secara virtual pada tahun 2020 sangat unik. MPLS diikuti oleh sebagian besar peserta, materi mendapat respons positif, siswa antusias, dan memiliki rasa ingin tahu yang tinggi.
Saran: MPLS akan lebih efektif jika dilaksanakan secara tatap muka untuk interaksi yang lebih baik. Namun, jika virtual, desainnya perlu ditingkatkan. Selain itu, diperlukan perhatian pemerintah daerah untuk kerja sama dengan pihak Telkom dan PLN terkait gangguan jaringan dan listrik yang sering mengganggu pembelajaran daring.
Penutup:
Meskipun ada kendala seperti pemadaman listrik dan jaringan internet tidak stabil, pelaksanaan MPLS virtual oleh SMA Kristen YPKPM Ambon berjalan lancar. Apresiasi tinggi diberikan kepada orang tua yang mendukung dan antusiasme siswa. Laporan ini dibuat sebagai bahan laporan pelaksanaan MPLS tahun 2020/2021 kepada Kepala Sekolah dan Dinas Pendidikan.
3. Laporan MPLS Ramah SMA Negeri Merapi Indah¶
Laporan ini berasal dari Dinas Pendidikan Provinsi Merapi untuk SMA Negeri Merapi Indah. MPLS di sini juga berpedoman pada Panduan MPLS Ramah, bertujuan menciptakan suasana pengenalan sekolah yang aman, nyaman, dan berkarakter.
Latar Belakang & Tujuan:
Kegiatan dilaksanakan untuk menciptakan suasana pengenalan sekolah yang aman, nyaman, dan berkarakter. Tujuannya meliputi menanamkan karakter Pelajar Pancasila via Gerakan 7KAIH & Pertemuan Pagi Ceria. Selain itu, ada pengenalan warga sekolah dan tenaga kependidikan, pengantar fasilitas sekolah & lingkungan sekitar, pengenalan visi-misi, kurikulum & budaya sekolah. Tak ketinggalan, edukasi pencegahan isu sosial (kekerasan, NAPZA, pornografi, perkawinan anak) dan empat pilar kebangsaan juga menjadi fokus utama.
Waktu & Tempat:
Kegiatan berlangsung dari Senin hingga Jumat, 14-18 Juli 2025, dari pukul 07.00-14.00 WIB, di lingkungan SMA Negeri Merapi Indah.
Peserta & Panitia:
Pesertanya adalah 200 siswa baru Kelas X. Panitia terdiri dari Kepala Sekolah, 30 guru, dan 35 pengurus OSIS. Ini menunjukkan partisipasi aktif dari berbagai elemen sekolah.
Susunan Panitia:
Penanggung Jawab adalah Drs. H. Sutrisno Wahyudi, dengan Ibu V. Sabrina Anggraini, M.Pd sebagai Ketua. Susunan panitia juga mencakup Sekretaris, Bendahara, serta berbagai Sie seperti Acara, Dokumentasi, Konsumsi, Kesehatan, dan Keamanan.
Rangkaian Kegiatan:
* Hari 1: Gerakan 7KAIH & Pertemuan Pagi Ceria, tur fasilitas (kelas, lab, perpustakaan), asesmen literasi awal, dan refleksi.
* Hari 2: Ice-breaking & penguatan karakter, pengenalan profil pelajar Pancasila & budaya sekolah, dan refleksi.
* Hari 3: Bakti lingkungan, edukasi pencegahan NAPZA, pornografi, kekerasan, perkawinan anak, dan refleksi.
* Hari 4: Pengantar kurikulum intrakurikuler/kokurikuler & ekskul, pengenalan empat pilar kebangsaan, dan refleksi.
* Hari 5: Sosialisasi visi-misi & tujuan sekolah, asesmen numerasi awal, peneguhan komitmen, dan penutupan.
Hasil & Evaluasi:
Hasil menunjukkan karakter Pelajar Pancasila telah tumbuh dari nilai-nilai aktivitas. Siswa mengenal warga, fasilitas, dan kultur sekolah. Kesadaran akan isu sosial dan kebangsaan juga meningkat. Evaluasi menegaskan bahwa pelaksanaan aman, inklusif, tanpa praktik perpeloncoan, dan sesuai prinsip MPLS Ramah.
Penutup:
Laporan ini merupakan dokumentasi resmi dan akuntabel atas penyelenggaraan MPLS Ramah. Ucapan terima kasih disampaikan atas dukungan semua pihak. Laporan ini ditandatangani oleh Ketua Panitia, V. Sabrina Anggraini, M.Pd.
Tips Tambahan untuk Membuat Laporan MPLS yang Keren¶
Setelah melihat berbagai contoh laporan di atas, kamu pasti sudah punya gambaran, kan? Nah, biar laporan MPLS-mu makin oke dan mudah dipahami, ada beberapa tips tambahan yang bisa kamu terapkan:
- Struktur yang Jelas: Pastikan laporanmu punya struktur yang logis dan mudah diikuti. Gunakan judul dan sub-judul yang relevan untuk setiap bagian, seperti Pendahuluan, Pelaksanaan, Hasil, dan Penutup. Ini membantu pembaca menelusuri informasi dengan cepat.
- Gunakan Bahasa yang Lugas dan Formal (atau Sesuai Konteks): Meskipun artikel ini bergaya kasual, laporan resmi biasanya memerlukan bahasa yang lebih formal dan objektif. Hindari bahasa gaul atau singkatan yang tidak umum. Namun, jika sekolahmu punya budaya yang lebih santai, sesuaikan saja!
- Data dan Angka Akurat: Cantumkan data yang relevan seperti jumlah peserta, durasi kegiatan, atau hasil survei (jika ada). Angka dan fakta akan membuat laporanmu lebih kredibel dan informatif. Ini juga menunjukkan bahwa evaluasi dilakukan secara objektif.
- Sertakan Dokumentasi Visual: Foto-foto kegiatan sangat membantu untuk memberikan gambaran nyata. Pastikan foto yang disertakan relevan dan memiliki kualitas yang baik. Kamu bisa menambahkan keterangan singkat untuk setiap foto agar lebih jelas.
- Evaluasi yang Komprehensif: Jangan hanya mencantumkan keberhasilan, tapi juga tantangan atau kendala yang dihadapi. Sertakan rekomendasi untuk perbaikan di MPLS berikutnya. Evaluasi yang jujur akan sangat berguna untuk pengembangan di masa depan.
- Kesimpulan yang Ringkas dan Jelas: Rangkum poin-poin penting dan hasil utama dari kegiatan MPLS. Pastikan kesimpulanmu menjawab tujuan yang sudah ditetapkan di awal laporan. Ini membantu pembaca memahami inti dari keseluruhan laporan.
Dengan menerapkan tips-tips ini, laporan MPLS-mu bukan hanya sekadar dokumen, tapi juga alat yang efektif untuk evaluasi dan perbaikan berkelanjutan. Laporan yang baik akan menjadi cerminan dari keberhasilan pelaksanaan MPLS di sekolahmu.
Nah, itu dia berbagai contoh laporan MPLS 2025 untuk jenjang SD, SMP, dan SMA. Semoga rangkuman ini bisa jadi referensi berharga buat kamu yang sedang menyusun laporan MPLS.
Punya pengalaman seru atau tips lain saat membuat laporan MPLS? Yuk, sharing di kolom komentar! Atau mungkin ada hal unik yang kamu terapkan di MPLS sekolahmu? Kami penasaran, lho!
Posting Komentar